15 Agustus 2017 10:40:42

Mendidik Anak melalui Lomba 17 Agustus

Penjelasan berbagai jenis lomba yang biasa diikuti anak beserta maknanya.

Perayaan hari kemerdekaan Indonesia selalu identik dengan serangkaian acara lomba, mulai dari lomba untuk orang tua, remaja, hingga anak-anak. Namun, pernahkah kita berpikir bagaimana awal mula adanya berbagai lomba tersebut? Sejawaran, JJ Rizal, menyatakan bahwa lomba memperingati hari kemerdekaan Indonesia hadir pada tahun 1950-an. Lomba tersebut dihadirkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Sejak kemunculannya, setiap lomba memang selalu berhasil mengumpulkan semangat dan antusias masyarakat. Bahkan presiden pertama Indonesia, Soekarno, juga sangat bersemangat dalam mengikuti lomba peringatan kemerdekaan pada masanya.

Hampir setiap lomba yang dihadirkan di tengah masyakarat selalu mengundang gelak tawa. Tak heran, banyak masyarakat yang akhirnya menilai kegiatan tersebut sebagai acara hiburan semata. Padahal, lomba peringatan hari kemerdekaan itu memiliki makna yang positif untuk masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Orang tua sebaiknya menanamkan makna setiap lomba yang diikuti anak dalam rangkaian acara 17 Agustus. Jadi, anak tidak hanya memperoleh kesenangan semata saat mengikuti lomba, tetapi juga dapat memetik pelajaran setelahnya. Mari kita simak penjelasan berbagai jenis lomba yang biasa diikuti anak beserta maknanya berikut ini.

1.  Tarik Tambang

Lomba ini memiliki makna bahwa dalam merebut kemerdekaan, para pejuang layaknya bermain tarik tambang dengan penjajah. Kubu yang kompak, kuat, dan mantap dalam menarik tambang, akan menjadi pemenang. Dengan kekompakan itulah, pejuang Indonesia dapat meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, sebagai penerus bangsa, anak-anak diwajibkan memiliki rasa persatuan dan cinta tanah air. Memiliki generasi penerus yang berprestasi dan memiliki rasa nasionalisme adalah salah satu kunci menjadi negara yang kuat di masa depan.

2.  Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk selalu menjadi lomba yang ditunggu oleh anak-anak. Mereka bersorak kegirangan saat mengikuti atau menonton lomba ini. Namun, ternyata dibalik keceriaan itu, terdapat makna bahwa bangsa Indonesia di masa lalu mengalami kesulitan pangan. Hasil bumi milik masyarakat diambil oleh para penjajah sehingga membuat masyarakat kala itu sangat menderita. Tidak sedikit pula dari mereka yang akhirnya menderita busung lapar. Dengan mengingat sejarah kelam tersebut, anak-anak diharapkan dapat belajar bersyukur atas kemerdekaan yang didapat sekarang dan berusaha melakukan yang terbaik untuk mengisi kemerdekaan.

3.  Balap Karung

Ketika balap karung, kaki anak akan terkungkung di dalam karung hingga mereka sulit untuk melompat maju. Begitu pula yang dirasakan para pejuang kemerdekaan zaman dahulu. Mereka dikungkung oleh penjajah sehingga mengalami kesulitan untuk meraih kemerdekaan. Namun, berkat kerja keras yang tak kenal henti, para pejuang kemerdekaan akhirnya dapat bebas dari penjajah. Orang tua dapat menceritakan makna dari lomba ini agar anak mengerti bahwa meraih kemerdekaan bukan hal yang mudah. Tanamkan pada anak bahwa tugas mereka saat ini sebagai pelajar adalah menjaga kemerdekaan yang telah diraih pejuang dengan cara belajar dan meraih prestasi sesuai bidang yang mereka sukai.

4.  Balap Bakiak

Balap bakiak mengajarkan anak bahwa kerja sama sangat penting dalam meraih suatu tujuan. Dalam lomba bakiak, regu yang langkah kakinya tidak kompak akan kalah. Begitu pula saat para pejuang berusaha meraih kemerdekaan, dibutuhkan persatuan dan kerja sama dari seluruh masyarakat Indonesia. Tanpa kekompakan, maka kemerdekaan mustahil dapat diraih. Selain kerja sama, lomba ini juga mengajarkan bahwa kita tidak boleh mementingkan diri sendiri dalam meraih suatu tujuan. Terlebih dalam suatu negara, kepentingan bersama atau kepentingan rakyat harus berada di atas kepentingan individu atau suatu kelompok.