14 Agustus 2017 10:32:11

Pembentukan Karakter Siswa melalui Gerakan Pramuka

Salah satu ekstrakurikuler yang kuat dalam hal pengembangan karakter adalah pramuka.

Salam pramuka! Tepat pada tanggal 14 Agustus 2017, seluruh masyarakat Indonesia memperingati hari pramuka. Peringatan hari pramuka identik dengan adanya upacara peringatan maupun diadakannya kegiatan kemah oleh sekolah. Bagi para siswa, menggunakan seragam pramuka dengan atribut lengkap menjadi langganan saat hari pramuka tiba. Pada umumnya, sebagian dari kita menganggap bahwa kegiatan pramuka sebatas salah satu ekstrakurikuler yang dapat diikuti siswa di sekolah. Namun, tahukah anda bahwa sebenarnya kegiatan pramuka dapat menjadi alat dalam membentuk karakter siswa?

Pendidikan karakter bukan hal asing lagi di telinga kita. Pemerintah berharap pendidikan karakter dapat menciptakan lulusan yang memiliki keseimbangan kompetensi kognitif (pengetahuan), psikomotorik (keterampilan), dan afektif (sikap). Namun, pendidikan karakter tersebut sulit untuk diintergrasikan melalui pembelajaran sehari-hari. Bagaimana tidak, guru dituntut mengajarkan materi yang cukup banyak kepada siswa padahal waktu untuk mengajarkannya hanya terbatas. Hal itu membuat guru kesulitan untuk merancang pembelajaran yang dapat menanamkan berbagai karakter untuk siswa. Oleh karena itu, wadah yang dirasa tepat dalam pembentukan dan pengembangan karakter siswa adalah ekstrakurikuler. Salah satu ekstrakurikuler yang kuat dalam hal pengembangan karakter adalah pramuka.

Dalam UU Nomor 12 Tahun 2010, disebutkan bahwa gerakan pramuka mempunyai peran besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Karakter yang dibentuk melalui kegiatan pramuka diantaranya, akhlak yang baik, budi pekerti santun, berpikir positif, siap menghadapi tantangan, percaya diri, tidak sombong, disiplin, inovatif, rukun dan toleran, serta memiliki solidaritas sosial. Pembentukan karakter tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan berorganisasi dan perkemahan. Bagaimana dua kegiatan tersebut dapat membentuk karakter siswa? Berikut penjelasannya.

Pembentukan Karakter melalui Kegiatan Berorganisasi

Kegiatan pramuka tidak akan lepas dari organisasi. Sejak masuk menjadi pramuka siaga, siswa telah dikenalkan dengan organisasi yaitu melalui pembentukan kelompok-kelompok. Dalam kelompok tersebut kemudian akan disusun struktur organisasi seperti ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga anggota kelompok. Dengan mengenal organisasi tersebut, siswa akan belajar  prinsip-prinsip manajemen atau pengelolaan organisasi, seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan/penggerakan (actuacting) dan fungsi pengawasan (controlling). Kemampuan beroganisasi tersebut akan berguna bagi siswa selepas ia meninggalkan lembaga pendidikan.

Pendidikan Karakter melalui Perkemahan

Berkemah adalah salah satu kegiatan khas yang pasti kita temui di setiap jenjang kepramukaan. Perkemahan, khususnya untuk siswa sekolah dasar, biasanya dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Akan tetapi, meskipun hanya dilakukan beberapa hari, ternyata kegiatan berkemah memberikan andil cukup besar dalam pembentukan karakter siswa. Kemandirian adalah salah satu karakter yang paling terlihat ditanamkan dalam kegiatan ini. Jika dalam kehidupan sehari-hari siswa banyak dibantu oleh orang tuanya dalam melakukan berbagai hal, maka dalam berkemah siswa harus melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. Misalnya, memasak, menyiapkan dan membersihkan peralatan makan, mempersiapkan alat mandi, dan sebagainya. Setiap siswa juga harus mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah disiapkan panitia. Jadi, siswa juga dibiasakan untuk tertib dan disiplin. Masih banyak karakter lain yang dibentuk dalam kegitan ini, seperti jujur, tidak cepat putus asa, berani, dan bertanggung jawab. Dengan berkemah, siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual saja, melainkan juga terlatih untuk cerdas secara spiritual, emosional, dan sosial.