24 Maret 2017 13:13:30

Kiat Menghadapi Siswa dengan Potensi Kecerdasan Linguistik

Kiat Menghadapi Siswa dengan Potensi Kecerdasan Linguistik

Seorang guru akan dihadapkan pada beragam gaya belajar berdasarkan kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing siswa, salah satu yang akan dibahas dalam artikel ini yaitu tentang kecerdasan linguistik (linguistical intelligence). Kecerdasan linguistik atau bisa juga disebut kecerdasan bahasa, kecerdasan verbal, word smart, linguistic smart, atau verbal-linguistic intelligence adalah kemampuan untuk menggunakan dan mengolah katakata secara efektif baik secara oral maupun tertulis. Siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi akan berbahasa lancar, baik, dan lengkap, mudah mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan mudah belajar beberapa bahasa. (Suparno, 2004).

Kecerdasan linguistik erat kaitannya dengan kegiatan menulis dan membaca yang sangat dikenal dalam proses pembelajaran. Di dalam kedua kegiatan ini terdapat cakupan luas kemampuan linguistik, termasuk mengeja, kosakata dan tata bahasa. Kecerdasan linguistik juga berkaitan dengan kemampuan berbicara. Ini adalah kecerdasan seorang orator, pelawak, selebriti radio, atau politisi yang sering menggunakan kata-kata untuk memanipulasi dan mempengaruhi. Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan linguistik bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca apa pun mulai dari rambu lalu lintas sampai novel klasik, dan menulis apa pun mulai pesan singkat dan surat elektronik sampai puisi dan laporan kantor yang rumit (Armstrong, 2002).

Siswa dengan kecerdasan linguistik akan terlihat menyenangi kegiatan membaca, menulis atau mendengarkan. Peserta didik seperti ini juga cenderung memiliki daya ingat yang kuat, misalnya mengingat nama, istilah baru, maupun berbagai hal yang sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan mengucapkan. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, peserta didik ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding peserta didik lainnya (Gardner, 1993). Ada banyak sekali tokoh dunia yang memiliki kecerdasan ini diantaranya adalah seorang Penyair Chairil Anwar atau Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln.

Setelah guru menemukan karakteristik kecerdasan siswa, guru sudah dapat menentukan gaya belajar siswa yang tepat untuk memotivasi siswa dalam belajar. Berikut dipaparkan beragam cara belajar siswa dengan kecerdasan linguistik yang dapat diaplikasikan di dalam kelas atau di rumah (Armstrong, 2002).

  1. Cara belajar terbaik siswa-siswa yang berbakat dalam bidang ini adalah dengan mengucapkan, mendengar, dan melihat kata-kata.
  2. Cara terbaik memotivasi mereka di rumah termasuk berbicara dengan mereka, menyediakan banyak buku, memperdengarkan rekaman atau kaset kata-kata yang diucapkan, serta menciptakan peluang untuk menulis.
  3. Bawa mereka ke tempat-tempat dimana kata sangat penting, termasuk perpustakaan, toko buku, atau biro surat kabar dan penerbitan.
Banyak cara sederhana dalam pembelajaran yang bisa guru gunakan dengan teori Multiple Intelligences untuk mengembangkan kecerdasan siswa. Kita mengenal siswa dengan kecerdasan linguistik erat kaitannya dengan aktifitas membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara maka guru sebagai fasilitator pendidikan dapat menggunakan kekuatan tersebut dalam pembelajaran. Sebagai contoh dalam pembelajaran matematika, seorang guru dapat menceritakan sebuah cerita atau dongeng yang berisikan pecahan matematika. Dengan pengantar cerita tersebut akan membuat siswa dengan kecerdasan linguistik dapat menangkap materi dengan lebih cepat. Dengan memperhatikan tipe kecerdasan serta memberikan cara belajar yang paling tepat, akan membuat kita semakin mengerti bahwa setiap siswa cerdas dengan segala keunikan dan keistimewaannya masing-masing