09 Agustus 2017 10:53:37

Penguatan Pendidikan Karakter untuk Menyiapkan Generasi Emas Indonesia

Pendidikan harus menciptakan generasi berkarakter yang tercermin pada perilaku baik dalam kehidupannya.

Pada hakikatnya sekolah merupakan tempat mendidik, bukan hanya sekedar memberikan materi pembelajaran lalu memberikan penilaian. Hasil dari sebuah pendidikan adalah adanya perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Perubahan perilaku tersebut dapat dirasakan oleh diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Pendidikan bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan yang mengasah intelektual. Pendidikan juga harus menciptakan generasi berkarakter yang tercermin pada perilaku baik dalam kehidupannya. Maka dari itu, pemerintah melalui Kemendikbud mencanangkan program Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK di sekolah.

Program Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah

Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK adalah program pendidikan di sekolah yang bertujuan untuk memperkuat karakter siswa. PPK dilaksanakan melalui harmonisasi olah hati (etik dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), serta olahraga (kinestetik) yang sesuai dengan falsafah Pancasila. PPK hadir untuk menyiapkan generasi emas 2045 yang memiliki kecakapan abad 21. Pentingnya pembinaan karakter terutama melalui pendidikan adalah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, namun tumbuh menjadi insan yang baik. Bukan hanya pihak sekolah saja yang bertanggung jawab menciptakan karakter generasi muda harapan bangsa, lingkungan keluarga dan sosial juga bertanggung jawab membentuk karakter pada diri anak.

Adapun penerapan program PPK di sekolah hingga tahun 2016 meliputi 542 sekolah (SD dan SMP) yang menjadi sekolah percontohan penerapan program PPK. Sekolah-sekolah tersebut sudah menerapkan praktik penguatan pendidikan karakter dalam aktifitas pendidikan sehingga diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya. Dalam model PPK, siswa tidak hanya terus menerus belajar di dalam kelas, namun siswa didukung untuk mengembangkan karakter diri melalui berbagai kegiatan ko-kurikuler, ekstrakurikuler, dan pembinaan guru.

Keterampilan Abad 21 yang Dibutuhkan Siswa

PPK melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olahraga (kinestetik) dengan dukungan dan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Dengan semangat integritas, kerja keras (etos kerja), dan gotong royong diharapkan seluruh rakyat Indonesia mampu menerapkan pendidikan karakter untuk menyiapkan generasi emas Indonesia. Berawal dari karakter yang kuat, diharapkan individu akan menjadi agen perubahan bagi dirinya dan lingkungannya. Untuk membangun generasi emas 2045 pendidikan harus membekali siswa dengan keterampilan abad 21. Berikut ini beberapa keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siswa.

  1. Lima nilai utama penguatan pendidikan karakter yang harus diimplementasikan oleh semua pihak yaitu:
    1. religius;
    2. nasionalis;
    3. mandiri;
    4. gotong royong;
    5. integritas.
  2. Literasi dasar yang harus diterapkan siswa dalam keterampilan dasar sehari-hari adalah:
    1. literasi baca tulis;
    2. literasi berhitung;
    3. literasi sains;
    4. literasi teknologi informasi dan komunikasi;
    5. literasi finansial;
    6. literasi budaya dan kewarganegaraan.
  3. Kompetensi siswa untuk memecahkan masalah kompleks, yakni dengan cara:
    1. berpikir kritis;
    2. kreativitas;
    3. komunikasi;
    4. kolaborasi.

Pada tahun 2017 ini Kemendikbud menargetkan sebanyak 1.626 sekolah menjadi sasaran rintisan PPK. Beberapa sekolah tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap 9.830 sekolah yang ada di sekitarnya. Pada tahun 2020 nanti diharapkan target implementasi penuh PPK bisa diwujudkan. Tentu saja implementasi PPK tersebut dilaksanakan dengan menyesuaikan kapasitas dan juga kemampuan setiap sekolah.