07 Agustus 2017 15:24:12

Berkunjung ke Kebun Binatang

Ikuti Ale dan teman-temannya berkunjung ke kebun binatang.

Hari Minggu, Ayah mengajak Ale dan teman-temannya berkunjung ke kebun binatang. Setelah membayar retribusi, mereka berkeliling mengitari kebun binatang. Mereka melihat berbagai macam binatang. Mulai dari monyet, burung, ikan, ular, beruang, singa, zebra, hingga unta. Setelah berkeliling, mereka memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon. Mereka beristirahat sambil menceritakan binatang-binatang yang mereka lihat.

“Aku tadi melihat singa yang sangat buas,” kata Dondo membuka obrolan.

“Dondo betul, singa itu kelihatan sangat galak. Apalagi, waktu singa membuka mulutnya. Gigi dan taringnya terlihat sangat tajam,” lanjut Eko menjelaskan.

“Pantas saja, dia dijuluki si raja hutan. Mana ada binatang yang berani melawannya,” sahut Eko menanggapi Ale dan Dondo.

“Benar Eko, tadi aku juga melihat pawang memberi makan singa. Gigi dan taring itu digunakan untuk mengoyak makanannya,” jawab Dondo.

“Kalau Cici, hewan apa yang paling kamu sukai?” tanya Ale.

“Aku suka zebra karena badannya berwarna hitam putih. Tidak ada zebra yang memiliki corak sama dengan zebra lainnya,” kata Cici.

“Memang tidak ada yang sama, Cici. Corak hitam putih zebra adalah identitas setiap zebra. Mereka bisa mengenali zebra lain dari coraknya,” jelas Ayah Ale.

“Itu benar, seperti kue zebra buatan ibuku,” sambung Eko sambil membayangkan kue tersebut.

 “Ah, ya. Pantas saja tempat penyebrangan jalan disebut zebra cross. Zebra cross juga berwarna hitam putih seperti itu,” sahut Dondo.

“Kalau Uni, menurutmu binatang apa yang paling menarik di sini?” tanya Eko.

“Aku suka sekali dengan unta. Unta berbeda dari hewan lainnya. Unta mempunyai punuk di punggungnya,” kata Uni.

“Aku setuju dengan Uni. Unta memang hewan yang sangat unik,” lanjut Made.

“Punuk dipunggung? Untuk apa itu yah?” tanya Ale pada ayahnya.

“Unta hidup di daerah padang pasir. Punuk unta berfungsi sebagai penyimpan cadangan air dan lemak. Punuk tersebut membantu unta bertahan hidup.” jawab Ayah menjawab rasa ingin tahu Ale dan teman-temannya.

“Berarti, punuk unta kayak bekal kita ini, om?” tanya Cici serambi mengambil potongan kue di depannya.

“Hehe, seperti itulah Cici,” jawab Ayah Ale menanggapi pertanyaan Cici.

“Oh, begitu. Terima kasih yah sudah menjelaskannya,” jawab Ale menanggapi penjelasan ayahnya.

“Sama-sama, Nak. Apa masih ada yang mau ditanyakan? Kalau enggak, mari kita pulang.” jawab Ayah Ale. Setelah itu, ayah mengajak Ale dan teman-teman mengemasi bekal mereka. Eko dan teman-teman senang mengunjungi kebun binatang. Mereka dapat menyaksikan binatang-binatang secara langsung. Pengetahuan mereka tentang jenis binatang pun bertambah.