07 Agustus 2017 11:18:04

Peningkatan Kualitas Guru sebagai Upaya Pemerataan Pendidikan

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai pemerataan kualitas pendidikan ialah dengan melakukan pemerataan guru.

Salah satu penyebab belum terwujudnya pemerataan pendidikan di Indonesia adalah timpangnya pemerataan guru di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut merupakan bukti bahwa pembangunan mutu pendidikan belum berjalan secara optimal. Bisa dipahami bahwa kondisi geografis Indonesia merupakan salah satu penghambat pemerataan pendidikan. Guru yang mengajar di wilayah perkotaan bisa memperoleh akses yang lebih baik terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan peningkatan kualitas atau kompetensi guru, sedangkan guru di wilayah terpencil mungkin tidak bisa memperoleh akses sebaik itu. Selain kesenjangan akses pendidikan, ketimpangan kualitas yang cukup mencolok pada guru yang mengajar di daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) juga menjadi penyebab mengapa peningkatan mutu pendidikan belum bisa merata di Indonesia.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan guru yang harus meningkatkan kualitas lulusannya. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus lebih ketat merekrut siswanya agar tidak hanya sekedar merekrut. Namun demikian, lembaga pendidikan harus bisa melahirkan guru yang berprestasi untuk ditempatkan di daerah 3T, sehingga setelah lulus guru-guru tersebut dapat dikirim ke daerah 3T untuk melakukan pengabdian. Untuk lebih mengoptimalkan upaya pemerataan pendidikan, penempatan guru-guru tersebut juga harus merata sehingga tidak ada ketimpangan pemerataan guru di daerah perkotaan dan daerah 3T.

Upaya Pemerataan Pendidikan Melalui Peningkatan Kualitas Guru

Pemerataan pendidikan penting dilakukan untuk mencapai pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai pemerataan kualitas pendidikan ialah dengan melakukan pemerataan guru, terutama di daerah 3T. Upaya tersebut dilakukan agar peningkatan mutu pendidikan bukan lagi menjadi angan-angan. Pemerataan guru di daerah 3T harus dipersiapkan secara optimal, yakni dengan meningkatkan kualitas guru yang bertindak sebagai fasilitator pendidikan. Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru.

1. Meningkatkan Profesionalisme Guru

Untuk menjamin keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di seluruh Indonesia secara merata, maka guru memegang andil yang sangat besar sebagai fasilitator. Karena itu, profesionalisme merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh guru sehingga tingkat keberhasilan pendidikan semakin tinggi. Untuk meningkatkan profesionalisme guru, peran serta pemerintah sangat dibutuhkan, seperti dengan memberikan fasilitas pendidikan ataupun pelatihan bagi guru-guru yang belum memenuhi standar sebagai guru profesional. Selain itu, pemerintah juga bisa menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai secara merata di seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Tidak hanya itu, pelatihan penggunaan IT juga sangat bermanfaat bagi guru, mengingat perkembangan era global menuntut guru untuk melek teknologi.

2. Meningkatkan Kesejahteraan Guru
Peningkatan kualitas mutu pendidikan tidak terlepas dari kesejahteraan guru sebagai pendidik. Masalah kesejahteraan guru tersebut terutama dialami oleh kalangan guru honorer.   Kesejahteraan para guru honorer merupakan kewajiban negara yang dibebankan pada APBN/APBD. Jika selama ini upah guru honorer dibayar sesuai dengan jam mata pelajaran yang diberikan guru, maka tahun ini Kemendikbud akan segera mengesahkan peraturan yang terkait upah guru honorer. Dalam peraturan tersebut akan ditetapkan jumlah gaji yang akan diberikan kepada guru non-PNS. Kejelasan upah guru honorer tersebut menjadi angin segar bagi para guru honorer terutama untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan kualitas diri sebagai pendidik. Selain itu, peningkatan kesejahteraan guru honorer juga telah diupayakan oleh pemerintah dengan mengangkat guru honorer menjadi PNS melalui peraturan inpassing.