03 Agustus 2017 13:26:16

Pembuatan Media Sederhana sebagai Wujud Kreativitas Guru

Salah satu cara untuk mengekspresikan kreativitas guru adalah dengan mempersiapkan, membuat, dan menggunakan media pembelajaran.

Proses pembelajaran di sekolah mampu mencapai tujuan jika dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan siswa. Dalam hal ini, guru menjadi aktor utama penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru harus mampu menjalankan proses pembelajaran yang menarik bagi siswa sehingga semangat siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran pun dapat terus terjaga. Dengan kata lain, guru diharapkan memiliki kreativitas atau kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru dalam pembelajaran. Guru kreatif adalah kunci pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

Salah satu cara untuk mengekspresikan kreativitas guru adalah dengan mempersiapkan, membuat, dan menggunakan media pembelajaran. Bagi guru di sekolah-sekolah kota, ketersediaan media pembelajaran di sekolah telah memberikan ruang bagi guru untuk menggunakan media pembelajaran tersebut sesuai kebutuhan siswa di kelas. Namun, bagaimana dengan guru di sekolah pelosok desa? Tentu ketersediaan media pembelajaran di sekolah itu masih terbatas. Akan tetapi, justru di sinilah kreativitas guru yang sebenarnya diuji. Dengan keterbatasan keadaan, guru kreatif tetap dapat menciptakan suasana belajar yang penuh dengan inovasi melalui pembuatan media sederhana. Apa itu media sederhana? Mari kita simak bersama uraian berikut.

Pengertian Media Sederhana

Media pembelajaran tidak harus mahal. Guru dapat memanfaatkan berbagai alat dan bahan yang mudah ditemukan di sekitarnya, bahkan dapat pula memanfaatkan barang bekas, untuk dijadikan media sederhana. Media sederhana adalah media yang tidak berbasis teknologi dan bisa dibuat sendiri. Dalam proses pembuatan media sederhana ini, guru tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu banyak, sehingga bersifat ekonomis.

Unsur-unsur Media Sederhana

1. Kesederhanaan

Unsur keserderhanaan ini mengacu pada jumlah elemen visual suatu media. Sebaiknya jumlah elemen ini tidak terlalu banyak agar tidak mengganggu penangkapan pesan dari media kepada siswa.

2. Keterpaduan

Elemen-elemen visual suatu media harus saling terkait sebagai suatu keseluruhan. Jadi, siswa akan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan melalui media tersebut.

3. Penekanan

Penekanan ini diberikan pada bagian-bagian terpenting yang ada di suatu media sehingga akan menjadi pusat perhatian siswa. Penekanan dapat dilakukan melalui penggunaan warna.

4. Keseimbangan

Pembuatan media sebaiknya memperhatikan keseimbangan seluruh komponen yang menyusun media tersebut. Guru harus memberi kesan simbang dan menarik pada media yang dibuat.

5. Bentuk

Perhatikan pula bentuk media yang anda buat. Semakin aneh bentuk suatu media maka hal itu justru dapat meningkatkan perhatian siswa.

6. Garis

Garis dalam suatu media digunakan untuk menghubungkan komponen dari media tersebut. Penggunaan garis dapat menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan.

7. Tekstur

Tekstur berkaitan dengan kesan kasar atau halus dari suatu bagian dalam media. Tekstur dapat digunakan oleh guru untuk memberi penekanan seperti halnya penggunaan warna.

8. Warna

Warna memiliki berbagai fungsi dalam sebuah media, diantaranya untuk memberi kesan pemisahan, penekanan, membangun keterpaduan, mempertinggi tingkat realisme objek, dan menunjukkan persamaan dan perbedaan.

Contoh Media Sederhana

Ada banyak media sederhana yang bisa guru Sekolah Dasar kembangkan dari setiap materi pelajaran. Misalnya, media gambar manusia dan nama-nama bagian tubuh untuk kelas 1, media menentukan nilai tempat dengan sedotan berwarna untuk kelas 2, media garis bilangan raksasa untuk mengurutkan pecahan bagi siswa kelas 4, media pernafasan manusia menggunakan botol plastik, balon, selang, serta plastisin untuk siswa kelas 5, dan lain sebagainya. Tidak sulit bukan mencari ide kreatif untuk membuat media sederhana? Selamat berkreasi!