01 Agustus 2017 09:58:01

Cara Belajar Berhitung yang Menyenangkan bagi Anak Prasekolah dan Sekolah Dasar

Di era modern ini banyak metode belajar berhitung yang dapat diterapkan orang tua untuk anaknya.

Kemampuan berhitung merupakan salah satu bagian dari kecerdasan logis matematis pada anak yang harus di kembangkan. Mengembangkan kecerdasan logis matematis sebaiknya disesuaikan dengan tahapan usia anak. Bagi anak usia dini, orang tua dapat mengasah kecerdasan logis matematis dengan melatih mengurutkan ukuran benda yang paling kecil ke yang besar atau menentukan mana benda yang paling panjang atau paling besar. Kemampuan itu akan berkembang menjadi kemampuan berhitung seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian ketika anak telah memasuki usia sekolah.

 

Metode Belajar Bagi Anak Usia Prasekolah

Kemampuan berhitung tidak muncul dengan sendirinya pada diri anak. Perlu adanya latihan dan stimulasi dari lingkungan agar anak dapat memiliki kemampuan berhitung. Lagi-lagi, orang tualah yang memegang peran penting dalam mengembangkan kemampuan berhitung anak. Di era modern ini banyak metode belajar berhitung yang dapat diterapkan orang tua untuk anaknya. Tentu metode yang dipilih haruslah yang menyenangkan, terlebih jika usia anak baru menginjak prasekolah. Lantas, apa saja metode belajar menghitung yang menyenangkan bagi anak prasekolah? Berikut ulasannya.

1.  Poster Angka

Proses belajar yang menyenangkan harus didukung dengan suasana belajar yang nyaman dan tidak membosankan. Untuk dapat menciptakan suasana belajar yang demikian, orang tua dapat memasang poster pembelajaran angka di dinding untuk mengenalkan angka kepada anak. Dengan melihat poster angka berulang kali, diharapkan anak akan terbiasa melihat angka dan merekam bentuk angka tersebut dalam memori mereka.

2.  Meletakkan Benda dalam Keranjang

Ini adalah cara belajar berhitung sambil bermain. Sebelum melakukan metode ini, orang tua dapat menyiapkan kerajang dan bola-bola kertas atau mainan anak. Kemudian, instruksikan pada anak untuk memasukkan bola atau mainan ke dalam keranjang sambil menghitungnya. Setelah semua benda masuk dalam keranjang, instruksikan anak untuk mengeluarkan satu per satu bola atau mainan itu dari keranjang sambil menghitungnya lagi. Bimbing anak selama proses menghitung benda tersebut.

3.  Ajak Anak Berhitung

Dimanapun berada, baik di rumah atau sedang bermain lingkungan luar rumah, biasakan untuk mengajak anak menghitung benda yang ada di sekitarnya. Orang tua harus berperan aktif mengajak anak berhitung, seperti menghitung kendaraan, bendera, atau rumah dengan warna tertentu.

 

Metode Belajar Bagi Anak Usia Sekolah

Lantas, apakah hanya anak usia prasekolah saja yang dapat belajar berhitung dengan cara yang menyenangkan? Tentu tidak. Orang tua yang memiliki anak usia sekolah, khususnya Sekolah Dasar, juga dapat menerapkan berbagai metode yang mempermudah anak belajar berhitung. Mari kita simak beberapa metode belajar berhitung yang menyenangkan bagi anak usia sekolah berikut ini.

1.  Metode Kumon

Metode Kumon diperkenalkan oleh Toru Kumon seorang guru matematika asal Jepang. Melalui metode ini, anak akan dilatih berhitung sesuai dengan kemampuan yang dikuasainya. Mereka akan dibekali lembar kerja yang bisa dibawa ke rumah. Lembar kerja tersebut disesuaikan dengan tahapan kemampuan anak, yang dirancang secara sistematis, cermat, dan small steps.

2.  Metode Jarimatika

Metode ini ditemukan oleh Septi Peni Wulandari yang memperkenalkan belajar berhitung KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah Kurang) hingga ribuan dengan menggunakan jari. Metode ini menekankan pembelajaran yang gembira pada anak. Jarimatika diawali dengan memahami konsep bilangan, lambang bilangan dan operasi hitung, baru kemudian mengajarkan anak berhitung dengan menggunakan jari tangan.

3.  Metode Sempoa (Mental Aritmetika)

Pada metode ini, anak akan berhitung dengan alat bantu sempoa. Sempoa dapat digunakan untuk menghitung penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Menghitung dengan bantuan sempoa ini hanya untuk awalan saja. Tahap selanjutnya, anak diharapkan akan mahir berhitung dengan cepat tanpa bantuan sempoa.