31 Juli 2017 12:32:14

6 Cara Menstimulasi Kemampuan Menulis Anak

Berbagai cara menyengkan dalam menstimulus kemampuan anak menulis dapat diterapkan orang tua di rumah.

Kemampuan menulis anak mulai muncul pada usia 3 tahun, dimana anak sudah menunjukkan ketertarikan terhadap pensil atau pulpen yang mereka coret-coretkan ke sebuah kertas. Hal tersebut mereka lakukan karena melihat orang tua atau kakaknya saat menulis. Pada rentang usia 3-5 tahun, kemampuan menulis anak akan semakin berkembang. Menulis sangat erat kaitannya dengan perkembangan motorik halus, salah satunya adalah kemampuan anak memegang pensil.

Cara memegang pensil yang benar sangat penting untuk mengembangkan kemampuan menulis pada anak. Di usia 5 tahun anak harus dapat memegang pensil dengan benar, yakni memegang menggunakan tiga jari dimana jari tengah sebagai tumpuan. Memegang pensil yang benar dapat membuat tulisan anak menjadi lebih rapi serta anak tidak merasa pegal atau kesulitan saat menulis. Cara memegang pensil adalah langkah awal dalam mengajarkan anak menulis.

Mengajarkan menulis pada anak tidak berhenti hanya sampai anak bisa memegang pensil dengan benar. Kemampuan menulis harus diajarkan secara berkesinambungan. Orang tua dapat memberi latihan-latihan menulis untuk anak. Semakin banyak berlatih menulis, kemampuan menulis anak akan semakin terasah. Karena mengajarkan menulis bukan sesuatu yang instan, maka perlu kesabaran orang tua untuk melakukannya. Orang tua dapat memulai pembelajaran menulis dari mengenalkan huruf sedikit demi sedikit. Dewasa ini, berbagai cara menyengkan dalam menstimulus kemampuan anak menulis dapat diterapkan orang tua di rumah. Berikut ini uraian beberapa cara dalam menstimulus kemampuan menulis anak.

1.  Mengasah Motorik Halus

Keberhasilan menulis pada anak sangat bergantung pada perkembangan motorik halus. Melatih kemampuan motorik halus dapat dilakukan dengan “menjumput” atau mengambil benda-benda dengan dua jari seperti mengambil lego, balok kecil, atau bola kecil.

2.  Menulis Huruf dari Atas ke Bawah

Menulis dari atas ke bawah akan membuat tulisan anak lebih rapi. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya anak merasa lebih mudah menulis dari atas ke bawah. Buktinya di awal belajar menulis, hasil tulisan huruf horizontal atau vertikal seperti E, F, T akan terlihat lebih rapi dibanding huruf diagonal seperti O, C, G.

3.  Menggunakan Kertas Bergaris

Agar tulisan anak bisa berderet sejajar, orang tua dapat melatih anak menulis dengan kertas bergaris. Dengan bantuan kertas bergaris tersebut, anak akan tahu seberapa ukuran huruf besar dan kecil serta memudahkan anak untuk menyejajarkan jarak antar huruf. Menulis menggunakan kertas bergaris diharapkan dapat membiasakan anak menulis dengan rapi.

4.  Menulis Berdasarkan Minat Anak

Mulailah menulis kata-kata yang sering anak gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, menulis namanya sendiri, binatang, makanan, minuman, dan sebagainya. Selain itu, orang tua dapat memperkenalkan beragam gambar untuk ditebak namanya kemudian mendampingi anak untuk menuliskan nama gambar tersebut di kertas. Gambar yang dipilih dapat disesuaikan dengan minat atau kegemaran anak.

5.  Menguasai Konsep Huruf

Sebelum belajar menulis, anak harus tahu terlebih dahulu mengenai konsep huruf. Anak harus bisa membedakan huruf a dan b, b dan d, dan sebagainya. Tanamkan konsep huruf kecil terlebih dahulu karena huruf kecil akan lebih sering digunakan oleh anak.

6.  Belajar Menyenangkan

Belajar menulis bukan hanya dapat dilakukan di dalam ruangan dengan pensil dan kertas putih. Orang tua dapat berinovasi dengan mengganti kertas putih menjadi berwarna atau menggunakan pensil berwarna saat menulis. Mengajak anak berlatih menulis di luar ruangan juga lebih menyenangkan bagi anak. Jika melatih menulis di luar ruangan, orang tua bisa mengajak anak menulis di tanah atau pasir menggunakan ranting pohon.