28 Juli 2017 09:20:03

Serunya Lomba Balap Karung

Ale dan teman-teman menikmati serunya mengikuti lomba balap karung.

Sebentar lagi tanggal 17 Agustus. Lingkungan di sekitar rumah Ale mulai bersolek. Bendera dan hiasan bernuansa merah putih mulai dipasang. Suasana semarak mulai terasa menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Ale dan teman-teman menyambutnya dengan gembira. Mereka tidak sabar untuk mengikuti berbagai perlombaan jelang hari kemerdekaan. Perlombaan yang akan diselenggarakan tahun ini salah satunya adalah lomba balap karung. Mereka memembicarakannya ketika istirahat sekolah.

“Wah, sore ini akan ada lomba balap karung. Ale, apakah kamu pernah mengikuti lomba balap karung?“ tanya Cici.

“Belum pernah, Cici. Apa teman-teman yang lain sudah pernah?“ tanya Ale. Semuanya menggeleng seperti sedang kebingungan.

Sore harinya, Ale dan teman-teman berkumpul di lapangan. Mereka mengantre untuk mendaftar menjadi peserta lomba balap karung. Di lapangan sudah dibuat beberapa lintasan lurus yang dibatasi tali. Di salah satu ujungnya ada beberapa karung yang diletakkan. Ale dan teman-teman semakin penasaran. Mereka memutuskan untuk bertanya kepada Kak Wayan.

“Kak, lomba balap karung itu gimana, sih?” tanya Ale. Kak Wayan tertawa melihat ekspresi Ale dan teman-teman yang masih kebingungan.

“Mudah sekali, Ale. Kita akan memasukkan kedua kaki kita ke dalam karung. Sesuai aba-aba, kita akan berlomba meloncat dari garis start ke garis finis. Pemain yang tercepat akan menjadi pemenangnya, “ jelas Kak Wayan.

“Meloncat dengan karung kan sulit, Kak. Kalo jatuh gimana?” kata Eko khawatir.

“Nah, itulah serunya lomba ini. Selain harus meloncat dengan cepat, kita juga harus bisa menjaga keseimbangan supaya tidak terjatuh. Tenang, kalian pasti bisa! “ kata Kak Wayan memberi semangat.

“Terima kasih Kak Wayan. Kami sekarang tidak bingung lagi.” Kata Uni.

“Wah, perlombaan akan segera dimulai. Ayo, kita bersiap, teman-teman!” ajak Dondo.

Mereka segera bersiap di garis start sambil memasukkan kedua kaki mereka ke dalam karung. Ketika peluit dibunyikan, mereka segera meloncat dengan gesit. Ale, Eko, dan Made meloncat dengan cepat dan saling menyusul. Sementara Cici, Uni, dan Dondo tertinggal di belakang. Perlombaan semakin seru karena penonton juga ikut memberi semangat. Akhirnya, Ale yang keluar sebagai pemenang.

“Selamat, Ale sudah memenangkan perlombaan ini. Kamu hebat bisa meloncat cepat sekali!” puji Made. Teman-teman yang lain juga memberi pujian dan ucapan selamat kepada Ale.

“Terima kasih, teman-teman. Ternyata lomba balap karung seru sekali, ya!” kata Ale yang diiringi anggukan kepala teman-teman yang lain.