27 Juli 2017 14:29:34

Dondo dan Si Kuman Nakal

Dondo dan si Kuman Nakal

Hari ini, Dondo teman-teman bermain sepak bola di taman. Mereka berkejaran merebut bola di lapangan. Terkadang, mereka terjatuh ketika memperebutkan bola. Badan mereka berkeringat dan pakaian mereka menjadi kotor.

Ketika hari beranjak sore, mereka berhenti bermain dan bergegas kembali ke rumah masing-masing. Kali ini Dondo tidak menuruti aturan setelah bermain seperti biasanya. Dondo merasa malas membersihkan badan karena masih merasa lelah setelah bermain. Dondo memilih tidak segera mandi dan langsung pergi menonton televisi sambil makan camilan.

“Dondo, ayo segera mandi supaya badanmu bersih dan segar,” perintah ibu.

“Sebentar lagi bu, aku masih lelah,” kilah Dondo.

“Lihat! Badanmu banyak kumannya,” ujar ibu. Dondo segera mencari cermin, ia mencari-cari keberadaan kuman. Namun, Dondo tidak menemukan kuman yang dimaksud ibunya. 

“Mana bu? Aku nggak menemukan kuman di badanku. Ah, ibu cuma menakut-nakutiku”. Dondo pun mengabaikan perintah ibunya.

Karena kelelahan, Dondo pun tertidur dengan badan dan pakaian yang kotor. Larut malam, Dondo terbangun karena badannya terasa gatal. Pakaian Dondo juga menimbulkan aroma kurang sedap. Dondo berpikir, mungkin ini ulah si Kuman yang tadi ibu sebutkan. Segera, Dondo mengambil pedang mainan miliknya, dan dicarinya si Kuman di dalam selimutnya.

“Naaahhh!! Ayo, Kuman nakal keluar dari persembunyianmu. Aku tidak takut!” Kata Dondo sambil mengacungkan pedang mainannya.

Dondo tidak menemukan si Kuman di tempat tidurnya, tetapi badan Dondo semakin terasa gatal. Dondo berpikir bahwa si Kuman bersembunyi di balik bajunya yang bau. Kuman-kuman nakal kini bersarang di badan dan pakaian Dondo yang kotor. Dondo menyesal tidak mendengarkan pesan ibunya. Akhirnya Dondo menyerah dan menggaruk-garuk badannya sambil menangis.

Mendengar tangisan Dondo, ayah dan ibu terbangun. Mereka melihat Dondo menggaruk badannya sambil menangis.

"Ayah, badan Dondo gatal sekali," katanya sambil tersedu. Ibu segera mengambil pakaian bersih dan mengganti pakaian Dondo. Dondo memandangi pedang mainannya yang tidak bisa melawan kuman.

"Lain kali, ikuti perintah ibumu ya, Nak. Bersihkan badanmu dan ganti pakaianmu setelah bermain" Kata Ayah sambil membaurkan bedak gatal ke sekujur tubuh Dondo. Dondo hanya mengangguk sambil tersedu. Ia berjanji dalam hati tidak akan lupa membersihkan diri setelah bermain. Dondo tidak akan membiarkan si Kuman Nakal datang dan temengganggunya lagi.