25 Juli 2017 10:40:42

Pergilah Ompol

Kamu bisa belajar bersama Uni dan Buyung untuk tidak mengompol.

Kukuruyuuukkk.. Kukuruyuuukkk.. Kukuruyuuukkk..

Suara kokok ayam sebagai pertanda hari sudah pagi. Semua orang bersiap-siap melakukan aktivitasnya termasuk Uni dan keluarganya. Umi dan Ayah harus berangkat kerja, sedangkan Uni dan Buyung bersekolah.

“Uni, Buyung, bangun. Sudah pagi, waktunya kalian sekolah.” Terdengar suara Umi dari luar kamar.

Uni segera membereskan tempat tidurnya dan bergegas keluar kamar. Kemudian, Uni segera mandi dan bersiap ke sekolah. Setelah Uni selesai mandi, Buyung tak kunjung keluar dari kamarnya. Uni berniat membangunkan Buyung karena mengira adiknya belum bangun. Sesampainya di kamarnya, Buyung ternyata sudah duduk di kasurnya. Uni menyuruhnya segera mandi supaya tidak terlambat tiba di sekolah. Dengan menundukkan kepala, Buyung menolak kakaknya. Umi pun menghampirinya untuk mencari tahu. Ternyata, Buyung mengompol lagi hari ini. Buyung malu karena sudah berjanji untuk tidak mengompol lagi.

Hari pertama

“Malam ini, aku nggak boleh dan nggak akan ngompol lagi” kata Buyung meyakinkan dirinya sendiri.

Selesai belajar, Buyung dan Uni menonton tv sambil memakan buah semangka. Setelah itu, mereka mencuci tangan dan kaki serta menggosok gigi. Tak lupa, Uni juga buang air kecil  sebelum tidur. Sementara itu, Buyung tidak pernah melakukannya.

“Uwaaaww...  Umi.... aaaa!!” terdengar jeritan Buyung dari kamarnya. Umi bergegas menghampiri Buyung yang mengompol. Buyung tersedu-sedu karena masih mengulangi kebiasaan mengompolnya. Kali ini tidak ada memarahi Buyung. Mereka memaklumi Buyung karena masih belajar.

Hari kedua

Seperti biasa, Buyung mencuci tangan dan kaki serta menggosok gigi sebelum tidur. Kali ini, Uni mengingatkan adiknya untuk buang air kecil. Buyung pun menurut ajakan kakaknya. Setelah itu, mereka bersiap tidur. Sebelum tidur, Buyung berdoa, “Ya Tuhan, semoga malam ini Buyung nggak ngompol lagi. Amin.”

Keesokan harinya, Buyung menjerit mengagetkan keluarganya. Umi menghampiri Buyung karena mengira anaknya mengompol lagi. Namun, kali ini dugan Umi salah. Buyung senang karena berhasil tidak mengompol.

“Buyung nggak mengompol lagi ma, pa! Makasih kak Uni sudah mengingatkanku semalam.” Seru Buyung bersemangat.

Senyum mengembang di bibir Buyung. Keluarganya pun ikut tersenyum melihat Buyung tidak mengompol lagi.

“Ayah bangga pada kalian berdua. Uni dapat mengajari adiknya supaya nggak ngompol. Buyung pun sudah berusaha memperbaiki diri untuk tidak mengompol.” Kata Ayah.

“Kalian memang anak-anak hebat. Umi juga bangga pada kalian berdua” kata Umi.