24 Juli 2017 13:28:48

Penanaman Pendidikan Karakter oleh Guru di Hari Anak Nasional

Dalam menanamkan dan mengembangkan karakter siswa, guru memegang peranan yang sangat strategis sebagai pelaku utama.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Gagasan Hari Anak Nasional tidak lepas dari peran presiden kedua Republik Indonesia, Bapak Soeharto, yang melihat potensi anak-anak Indonesia sebagai aset dalam memajukan bangsa Indonesia. Anak merupakan generasi penerus bangsa. Di tangan mereka masa depan bangsa Indonesia ditentukan. Lalu, siapa yang dapat digolongkan sebagai anak-anak? Organisasi di bawah naungan PBB yang bergerak di bidang kepedulian anak, yaitu UNICEF, mendefinisikan anak-anak sebagai penduduk yang berusia di bawah 18 tahun.

Hari Anak Nasional dan Pendidikan Karakter di Sekolah

Hari Anak Nasional diperingati dengan tujuan untuk menggugah kepedulian dan juga partisipasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam menghormati, menghargai, dan juga menjamin kelangsungan hidup serta tumbuh kembang seorang anak. Momentum peringatan Hari Anak Nasional diharapkan mampu meningkatkan kesadaran anak terhadap hak, kewajiban, serta tanggung jawab terhadap orang tua, masyarakat, bangsa, dan juga negaranya. Upaya untuk meningkatkan kesadaran anak bisa dilakukan melalui pendidikan karakter di sekolah. Dalam menanamkan dan juga mengembangkan karakter siswa di sekolah, guru memegang peranan yang sangat strategis sebagai pelaku utama.

Guru merupakan teladan bagi siswa ketika di sekolah. Guru adalah sosok yang bisa “digugu” dan “ditiru” atau menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi siswa. Karena itulah, guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan juga bermoral. Guru merupakan pengajar dan juga pendidik, yang berarti guru harus mentransfer ilmu sekaligus mendidik dan mengembangkan kepribadian siswa melalui interaksi yang dilakukan di dalam dan di luar kelas. Hari Anak Nasional yang diperingati pada 23 Juli bisa dijadikan momentum bagi para guru untuk menunjukkan perannya dalam menanamkan serta mengembangkan karakter siswa di sekolah.

Strategi Guru untuk Menanamkan Pendidikan Karakter kepada Siswa

Untuk menanamkan sekaligus mengembangkan karakter siswa di sekolah, guru bisa melakukan perannya secara optimal melalui beberapa strategi berikut ini.

  1. Guru harus mengoptimalkan perannya di dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, guru tidak boleh menempatkan dirinya sebagai aktor yang dilihat dan didengar oleh siswa. Guru merupakan sutradara yang diharapkan mampu mengarahkan, membimbing, serta memfasilitasi proses pembelajaran sehingga siswa bisa melakukan dan menemukan sendiri hasil belajarnya.
  2. Mengintegrasikan pendidikan karakter di dalam  materi pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk mengaitkan konsep pendidikan karakter pada setiap materi pembelajaran. Karena itulah, guru dituntut untuk terus menambah wawasannya mengenai pendidikan karakter yang nantinya bisa diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
  3. Guru harus mengoptimalkan kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan budi pekerti dan akhlak mulia dalam diri siswa. Kegiatan pembelajaran sebaiknya ditekankan pada aktivitas yang menjurus pada kemampuan afektif dan juga psikomotorik siswa. Kelak, budi pekerti dan juga akhlak mulia akan menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan karakternya.
  4. Guru harus menjadikan dirinya sebagai figur teladan bagi para siswa. Ketika siswa menerima materi pembelajaran yang disampaikan oleh seorang guru, tidak menutup kemungkinan siswa juga akan meniru pribadi yang dimiliki oleh gurunya. Momen inilah yang bisa digunakan oleh guru untuk menanamkan nilai-nilai karakter dalam diri pribadi para siswa.