21 Juli 2017 10:05:45

Waspadai 4 Penyebab Anak Gemar Berbohong

Salah satu masalah yang sering terjadi akibat pengaruh lingkungan tersebut adalah anak menjadi gemar berbohong.

Menyaksikan tumbuh kembang seorang anak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Namun di dalam perjalannya, tidak jarang masalah-masalah muncul pada diri seorang anak. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh lingkungan yang dapat membentuk perilaku anak. Salah satu masalah yang sering terjadi akibat pengaruh lingkungan tersebut adalah anak menjadi gemar berbohong. Meski bukan kesalahan yang serius, jika kebiasaan itu dibiarkan, maka akan berdampak pada perilaku anak di lingkungannya kelak. Ada beberapa alasan mengapa anak sampai melakukan kebohongan. Dalam sudut pandang psikologis, terdapat beberapa pola yang menjadi penyebab anak berbohong, adalah sebagai berikut.

1.      Emosional Anak

Anak yang sering mengulangi kebohongan bisa menjadi pertanda ada sejumlah masalah penting terkait emosi anak yang memerlukan respons berbeda dari orang tua. Bisa jadi, anak berbohong karena ia merasa respon orang tua selalu sama terhadap dirinya. Akhirnya, ia memilih untuk menutupi kejadian yang menimpa dirinya dari orang tua.

2.      Takut Hukuman

Orang tua kerap kali memberikan hukuman yang terlalu keras atau justru berharap terlalu tinggi kepada anaknya. Dua hal tersebut dapat mengakibatkan anak berbohong pada orang tua. Misalnya, ia mengatakan sudah melakukan suatu hal meski sebenarnya ia tidak melakukannya.

3.      Meningkatkan Percaya Diri atau Status Sosial

Dalam pola ini, anak akan berbohong untuk memperoleh rasa kagum dari lingkungannya dan merasa diterima oleh teman-teman di sekitarnya. Jika kebohongan karena status sosial terus terjadi, orang tua perlu mencari tahu apakah selama ini anak merasa dipermalukan atau diremehkan. Jika ternyata anak mengalaminya, maka peran orang tua untuk membangun percaya diri dan rasa syukur anak terhadap apa yang ia miliki harus ditingkatkan.

4.      Permasalahan dalam keluarga

Tidak semua anak tumbuh dalam keluarga yang penuh perhatian, bahkan tidak sedikit anak yang tumbuh ditengah keluarga tidak harmonis. Anak yang tidak memperoleh perhatian orang tua terkadang nekat bertindak di luar kebiasaannya. Hal ini acap kali terjadi pada kasus anak yang orang tuanya akan bercerai. Merasa tidak diperhatikan, anak akan melakukan tindakan yang sebelumnya belum pernah dilakukan, seperti mencuri atau menabrak. Anak berpikir hal tersebut akan menyatukan kedua orang tuanya dan ia memperoleh perhatian kembali dari kedua orang tuanya.

Kenali Ciri dan Temukan Solusinya
Ciri-ciri anak berbohong akan terlihat dari kontak mata dimana anak akan menghindari kontak mata langsung ketika ia sedang berbohong. Selain itu, gerak tubuh yang berulang-ulang juga dapat menjadi pertanda anak sedang berbohong. Misalnya, gerakan menggaruk-garuk kepala, memegang hidung, meremas tangan, dan lain sebagainya. Jika anak melakukan hal tersebut, dimungkinkan anak sedang merasa cemas dan berusaha menyembunyikan perasaannya. Hal lain yang dapat menjadi ciri anak sedang berbohong adalah sikap anak yang terus melakukan bantahan atau membela diri ketika sedang berbicara. 

Lantas bagaimana cara orang tua menghadapi anak yang gemar berbohong? Caranya adalah dengan mendidik. Mendidik berarti memberikan pemahaman pada anak bagaimanapun pahitnya. Biarkan anak mengerti suatu hal meskipun akan sulit diterima oleh anak. Jangan memberikan teladan berbohong pada anak karena apabila orang tua berbohong, maka anak akan menyimpan hal tersebut dalam memorinya.