24 Maret 2017 09:15:29

Mendampingi Siswa dengan Potensi Kecerdasan Musikal

Mendampingi Siswa dengan Potensi Kecerdasan Musikal

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sering bersentuhan dengan musik. Musik seringkali dijadikan penghilang rasa jenuh ditengah padatnya aktifitas. Jika kita telisik lebih dalam, di balik sebuah alunan musik ada seorang genius yang menciptakannya. Ternyata musik tidak bisa dibuat oleh sembarang orang. Hanya orang dengan kecerdasan musikal yang dapat menciptakan sebuah alunan musik yang indah. Banyak guru menemukan siswa yang menjadikan kegiatan bermusik ini hanya sebagai hobi, padahal dibalik itu terdapat potensi yang besar untuk dikembangkan dengan kecerdasan musikal atau kecerdasan audio yang dimilikinya.
Musical Intelligance atau kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Siswa dengan kecerdasan musikal yang menonjol mudah mengenali dan mengingat nada-nada. Ia juga dapat mentranformasikan kata-kata menjadi lagu, dan menciptakan berbagai permainan musik. Mereka pintar melantunkan beat lagu dengan baik dan benar, pandai menggunakan kosakata mengenai musik, serta peka terhadap ritme, ketukan, melodi atau warna suara dalam sebuah komposisi musik (Gardner, 2003). Berikut kemampuan menonjol terkait siswa dengan kecerdasan musikal, diantaranya:

  1. memiliki kepekaan terhadap suara dan musik,
  2. mengetahui struktur musik dengan baik,
  3. mudah menangkap berbagai jenis musik,
  4. memiliki kemampuan mencipta melodi,
  5. peka dengan intonasi dan ritmik,
  6. suka dengan kegiatan menyanyi atau pentas musik, dan
  7. memiliki ketertarikan mencipta dan memainkan musik.

Dengan kemampuan menonjol tersebut, siswa dengan kecerdasan musikal biasanya mengaktualisasikan potensinya dengan beragam cara seperti menjadi musikus, penyanyi, pemain opera, komponis, dirigen atau pemain musik.Siswa dengan kecerdasan musikal sangat mudah belajar melalui irama dan melodi. Mereka bisa mempelajari apa pun dengan lebih cepat jika hal itu dinyanyikan, diberi ketukan, atau disiulkan. Guru bisa menggunakan metronome, instrumen perkusi, atau software musik sebagai cara untuk membantu mempelajari materi baru. Guru juga dapat membantu mereka belajar dengan diiringi musik kesukaan mereka jika hal ini kelihatan membantu (Armstrong, 2002). Siswa yang memiliki kecerdasan musikal ini akan lebih mudah menangkap pelajaran dengan apa yang didengarnya dalam sebuah irama, dengan bantuan media suara akan membantu siswa dengan kecerdasan ini mengembangkan potensinya.
Dalam mendampingi siswa dengan kecerdasan musikal, diperlukan beragam media interaktif untuk membangkitkan kecerdasannya. Guru dapat manfaatkan beragam media pembelajaran yang menggabungkan antara cerita dengan lagu. Seperti ketika akan mengajarkan siswa cara membaca, guru dapat menggunakan sebuah lagu sebagai media pembelajaran. Siswa akan belajar dengan mengikuti irama lagu sambil mengenal huruf yang ada di dalam lirik tersebut. Begitu juga ketika mengajarkan matematika, guru bisa menyanyikan angka-angka dengan irama atau ketukan yang digemari oleh siswa. Untuk memberikan motivasi kepada siswa dengan tipe kecerdasan musikal, guru bisa memberikan ruang dalam pentas seni di sekolah atau perlombaan musik yang dapat mengasah  kecerdasan musikalnya. Siswa akan lebih tertantang untuk terus belajar dan menampilkan bakatnya dengan baik. Menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri dengan kecerdasan yang dimilikinya akan membuat siswa semakin bersemangat.