20 Juli 2017 09:59:46

Bagaimana Cara Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak?

Dengan kecerdasan interpersonal, anak akan mampu mempengaruhi pendengar selama berbicara di depan umum.

Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada anak yang suka tampil di depan umum, ada juga yang tidak. Ada sebagian anak yang gemar tampil karena rasa percaya dirinya, namun ada juga anak yang berani tampil karena paksaan dari lingkungannya. Anna Surti Ariani, seorang psikolog keluarga dan anak dari Lembaga Psikologi Terapan UI memaparkan jika anak berani tampil karena terpaksa, misalnya dipaksa orang tua, itu bukan percaya diri. Begitu pula jika anak yang tidak berani tampil, bukan berarti anak tersebut tidak percaya diri. Pada dasarnya setiap anak memiliki caranya sendiri memilih lingkungan yang seperti apa yang akan membuatnya berani menampilkan diri.

Memupuk Kecerdasan Interpersonal Anak

Seorang anak yang gemar tampil erat kaitannya dengan kemampuan interaksi dan komunikasi yang baik dalam lingkungan. Dalam teori kecerdasan majemuk, seorang anak yang memiliki kemampuan menonjol dalam interaksi dengan orang lain, pintar menjalin hubungan sosial, serta mampu mengetahui dan menggunakan beragam cara saat berinteraksi dikategorikan anak tersebut memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi.

Dengan kecerdasan interpersonal, anak yang gemar tampil mampu mempengaruhi audience-nya selama berbicara di depan umum. Maka dari itu sebelum melatih anak agar dapat tampil di depan umum, sebaiknya kemampuan interpersonal anak harus dipupuk terlebih dahulu. Dari sana rasa percaya diri pada anak akan muncul dengan sendirinya, terlebih jika dukungan orang tua terus diberikan.

Cara Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak

Berikut beberapa cara untuk membangkitkan kecerdasan interpersonal anak agar gemar tampil di depan umum.

  1. Menghargai segala kemampuan yang dimiliki anak dan tidak memberikan penilaian buruk untuk kekurangan anak.
  2. Melatih anak untuk berani bersuara di depan umum. Hal tersebut dapat dimulai dengan berlatih berbicara di depan orang tua dan keluarga.
  3. Latihlah interaksi anak dengan orang lain sehingga tidak ada rasa malu dan takut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan anak dalam kegiatan sosial.
  4. Mengikutsertakan anak dalam perlombaan. Saat mengikuti lomba, datanglah lebih awal agar anak mampu mengenal lingkungan dan bersosialisasi dengan teman barunya. Jika terlambat atau terburu-buru anak akan gugup dan takut untuk tampil.

Berbagai upaya tersebut dapat dilakukan oleh orang tua dan bekerjasama dengan guru di sekolahnya, sehingga sekolah pun memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan rasa percaya dirinya. Hal tersebut bisa dimulai dengan memberi kesempatan anak untuk tampil di depan kelas, kemudian ke lingkungan yang lebih besar lagi. Kegiatan pentas seni di sekolah merupakan wadah yang efektif untuk melihat seberapa besar kemampuan anak gemar tampil di depan banyak umum. Di sana mereka dilatih untuk memperlihatkan kemampuannya di depan banyak orang.

Jika anak sudah gemar tampil di depan umum, orang tua dapat mulai mengarahkan kemampuan anak ke hal yang positif sesuai minat dan bakatnya sehingga kemampuannya dapat mendukung minat dan bakatnya teraktual. Berikan kebebasan kepada anak untuk menemukan minatnya sendiri, tugas orang tua bukan memaksa namun cukup mendampingi saja. Cara tersebut akan membuat anak merasa senang bersama orang tua dan menjadikan orang tua sebagai sahabatnya.