20 Juli 2017 09:44:19

Variasi Pola Tempat Duduk untuk Menghindari Kebosanan di Kelas

Agar suasana kelas tidak membosankan, guru dapat mengubah posisi tempat duduk menjadi pola huruf U, melingkar, dan lain sebagainya.

Suasana kelas sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar, sehingga diperlukan suasana baru agar siswa terhindar dari kebosanan. Untuk memberikan suasana baru tersebut, guru dapat melakukan modifikasi kreatif selama di dalam kelas. Salah satunya adalah dengan mengatur posisi tempat duduk. Pada umumnya, siswa duduk secara berbanjar di kelas. Agar suasana kelas tidak membosankan, guru dapat mengubah posisi tempat duduk menjadi pola huruf  U, melingkar, dan lain sebagainya.

Variasi Pola Tempat Duduk

Pola tempat duduk siswa berpengaruh terhadap efektivitas belajar. Pola tempat duduk harus memerhatikan kenyamanan siswa dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Jika siswa duduk dengan nyaman, maka diharapkan konsentrasi belajarnya dapat ditingkatkan. Berikut penjelasan mengenai beberapa variasi pola tempat duduk yang dapat diterapkan guru di kelas.

1.   Klasik

Pola tempat duduk klasik paling sering digunakan di setiap kelas, dimana meja berbanjar ke belakang. Pola ini tepat digunakan saat guru menyampaikan materi yang melatih siswa untuk menyimak. Ketika menggunakan pola ini, posisi guru berada di depan kelas.
 Pola tempat duduk klasik

2.   Melingkar

Pola melingkar biasanya digunakan dalam kegiatan diskusi. Tujuan pengaturan tempat duduk melingkar adalah untuk melatih siswa saling berdiskusi atau bercurah pendapat. Dengan pola ini, posisi guru ikut melingkar bersama siswa. Sedangkan ruang kosong di tengah dapat dijadikan tempat pentas atau presentasi siswa.
Pola tempat duduk melingkar 

3.   Pola ‘U’

Pola tempat duduk yang menyerupai huruf ‘U’ bertujuan agar siswa lebih mudah untuk berinteraksi, baik dengan guru maupun dengan seluruh siswa. Posisi guru berada di tengah, sehingga guru mudah untuk memberikan pendampingan kepada siswa. Pola ‘U’ cocok digunakan untuk metode pembelajaran demonstrasi. Jika guru menginginkan kegiatan presentasi siswa saat pembelajaran, maka pola ini dapat pula menjadi pilihan untuk digunakan karena mampu memusatkan perhatian siswa pada temannya yang sedang melakukan presentasi.
Pola tempat duduk  

4.   Pola Lingkaran Kecil

Pola lingkaran kecil bertujuan untuk melatih sikap bekerjasama dalam kelompok kecil. Formasi duduk melingkar ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi lebih dekat satu sama lain. Biasanya, pola ini digunakan saat guru menggunakan metode eksperimen, dimana siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kecil. Guru dapat mengawasi serta mendampingi setiap kelompok secara bergiliran.
Pola tempat duduk lingkaran kecil 

Pentingnya Perpindahan Posisi Duduk Siswa

Bukan hanya memerhatikan pola tempat duduk siswa, sebagai fasilitator di sekolah, guru juga harus memastikan bahwa siswa di kelasnya berganti posisi duduk secara berkala. Berganti posisi duduk memberikan berbagai manfaat bagi siswa. Siswa dapat memeroleh kesamarataan hak dalam mendapatkan pelajaran. Jangan sampai ada siswa yang selalu duduk di depan dan ada siswa yang selalu duduk di belakang. Hal itu dapat mengakibatkan siswa yang selalu duduk di belakang merasa bahwa haknya untuk memerhatikan guru secara lebih seksama tidak ia terima.

Dalam mengatur posisi duduk, guru perlu memperhatikan postur tubuh siswa. Siswa yang bertubuh kecil atau pendek sebaiknya ditempatkan di barisan paling depan agar tidak terhalangi siswa lain yang tubuhnya lebih besar. Akan tetapi bagi siswa yang memiliki gangguan penglihatan, meskipun tubuhnya besar harus tetap ditempatkan di depan. Guru dapat menyiasatinya dengan menempatkan siswa tersebut di bagian depan sebelah kiri atau kanan. Hal ini penting untuk diperhatikan karena posisi duduk siswa juga memengaruhi kesehatan penglihatan mereka.