20 Juli 2017 09:43:56

Cara Menanamkan Cinta Kebudayaan Bangsa kepada Anak

Meski kemajuan zaman semakin modern, kebudayaan harus menjadi identitas anak di dalam masyarakat.

Derasnya arus modernisasi mengharuskan kita menerima beragam kebudayaan negara lain masuk ke Indonesia. Hal tersebut adalah salah satu dampak munculnya gadget dan internet yang memudahkan kita mengakses beragam informasi dari seluruh belahan dunia. Sayangnya, jika kita tidak pandai memfilter berbagai kebudayaan asing tersebut maka dampak modernisasi tersebut bisa saja negatif. Dampak negatif modernisasi tersebut bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali dunia anak-anak.

Ancaman Modernisasi bagi Anak-anak

Salah satu contoh dampak negatif modernisasi di kalangan anak-anak adalah banyaknya permainan yang berasal dari luar negeri digunakan oleh anak-anak Indonesia. Permainan-permainan modern menyaingi keberadaan permainan tradisional yang telah dipertahankan dan dijaga baik oleh para leluhur sebelumnya. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa tidak mustahil warisan asli budaya tradisional lambat laun akan hilang di masa yang akan datang.

Budaya merupakan cerminan nilai-nilai moral bangsa dan identitas kita di tengah-tengah masyarakat dunia. Jika kita bangga dan mencintai budaya, maka bangsa lain akan mengetahui asal-usul kita dan menghormati kita. Maka dari itu, pendidikan kebudayaan dan tradisi khas daerah di Indonesia harus ditanamkan sejak anak masih kecil. Tradisi dan budaya daerah tersebut meliputi beberapa komponen, seperti seni musik, tarian, permainan, kuliner, pakaian, dan sebagainya.

Cara Menanamkan Cinta Kebudayaan kepada Anak

Meski kemajuan zaman semakin modern, kebudayaan daerah harus menjadi identitas anak di dalam masyarakat. Jangan sampai anak melupakan kebudayaannya sendiri dengan lebih bangga mengikuti kebudayaan negara lain. Hal tersebut dapat dilatih sejak dini untuk mencintai kebudayaan dengan mengenalkannya dengan beragam kebudayaan. Menanamkan cinta kebudayaan kepada anak bisa dilakukan di berbagai tempat. Berikut ini beberapa lingkungan yang paling sesuai untuk menanamkan cinta kebudayaan kepada anak-anak.

1. Menanamkan Cinta Kebudayaan di Lingkungan Keluarga

Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan keluarga. Sebagai orang tua, mulailah dengan menjadi teladan bagi anak-anak dengan menanamkan nilai-nilai kebudayaan daerah asal. Beri tahu anak dari daerah mana orang tuanya berasal serta berasal dari suku mana. Selain itu, gunakanlah bahasa daerah selama di rumah. Cara tersebut efektif untuk menanamkan pelestarian bahasa daerah bagi anak-anak. Tidak hanya itu, orang tua juga bisa mengajak anak keluar rumah dan melakukan permainan tradisional. Libatkan anak dalam aturan permainan dan jelaskan pula makna dari permainan tersebut agar anak memahami makna dari permainan tersebut. Selain permainan tradisional, kuliner juga menjadi salah satu ciri khas budaya Indonesia. Maka dari itu, sesekali ajaklah anak untuk mengenal rasa khas masakan Indonesia, dimulai dari memperkenalkan makanan khas daerah asal hingga beberapa masakan khas daerah lain.

2. Menanamkan Cinta Kebudayaan di Luar Rumah

Pengenalan kesenian daerah sangatlah penting untuk kelestarian kebudayaan. Ekstrakulikuler muatan lokal dapat menjadi pilihan kegiatan anak selama di sekolah. Selain itu, guru juga bisa mengenalkan budaya daerah kepada siswa dengan mengajak mereka melihat video pentas seni daerah seperti musik tradisional, tari tradisional, atau yang lainnya. Selain itu, mengikutsertakan anak dalam sanggar kesenian daerah menjadi cara untuk memperkenalkan serta mempelajari keterampilan-keterampilan kesenian daerah. Mengikutsertakan anak dalam kegiatan kebudayaan, sanggar seni, atau komunitas-komunitas budaya dapat membantu mereka mengenal dan mencintai kebudayaannya. Di sana anak juga akan dikenalkan dengan beragam kesenian daerah lain.