20 Juli 2017 09:19:20

Melihat Potret Pendidikan Negeri Sakura

Jepang adalah negara yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggul.

Salah satu indikator keberhasilan sistem pendidikan di suatu negara adalah mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia adalah sistem pendidikan suatu negara. Berbicara mengenai pendidikan, Jepang adalah negara yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggul. Melalui sistem pendidikannya, negeri sakura tersebut memiliki sumber daya manusia dengan karakter disiplin, pekerja keras, dan mandiri. Pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak kita adalah bagaimana berjalannya pendidikan di Jepang hingga mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas? Untuk mengetahuinya, mari kita simak beberapa hal menarik di bawah ini terkait sistem pendidikan negeri sakura.

Memberi Kemudahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Pemerintah Jepang memiliki kebijakan tersediri terkait pendidikan. Anak-anak di Jepang wajib menempuh pendidikan hingga jenjang sekolah menengah. Pendidikan wajib tersebut gratis bagi semua anak. Bahkan, bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri akan dicarikan sekolah yang terdekat dengan rumah oleh pemerintah. Pendidikan wajib yang diberikan secara gratis menunjukkan bahwa pemerintah Jepang sangat memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Tidak hanya itu, keberadaan orang tua disamping anak juga menjadi perhatian di Jepang. Misalnya, pemerintah memberi cuti setengah hari bagi orang tua yang bekerja, khusus untuk menyaksikan penampilan anak di sekolah. Hal tersebut dilakukan agar anak tidak kehilangan perhatian dan kasih sayang orang tua meskipun orang tuanya bekerja.

Menumbuhkan Karakter Anak Sejak Usia Dini

Hal utama yang diajarkan pada anak di Jepang adalah kemandirian. Di usia 2 tahun, anak sudah dibiasakan untuk makan sendiri. Pada usia 3-4 tahun anak sudah harus bisa mengurus diri sendiri, seperti mandi, memakai baju, memakai sepatu, dan membereskan barang-barangnya. Menanamkan kemandirian tersebut memerlukan kesabaran guru dan orang tua. Mereka harus tega untuk tidak memberi bantuan pada anak. Kurikulum yang diterapkan di Jepang pun mendukung pembentukan karakter anak yang mandiri. Di kelas 1-2 Sekolah Dasar, dibanding mengajarkan IPA dan IPS, kurikulum di Jepang justru lebih memilih memperkenalkan tata cara kehidupan sehari-hari kepada anak, khususnya bagi mereka yang baru lulus dari tingkat Taman Kanak-kanak. 

Selain dibiasakan hidup mandiri, anak-anak juga dibiasakan memakan sayur dan protein nabati dengan porsi yang seimbang. Kebutuhan nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak. Asupan gizi yang dikonsumsi anak juga berdampak pada kecerdasan mereka. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan kebiasaan makan sehat dan bergizi seimbang sejak usia dini.

Menanamkan Loyalitas dan Disiplin bagi Guru dan Pelajar

Kualitas sumber daya manusia tentu tidak lepas dari setiap komponen sistem pendidikan, termasuk kurikulum yang digunakan. Sama seperti negara lain, kurikulum di Jepang pun tidak lepas dari bongkar pasang. Maka, kurikulum jelas bukan satu-satunya jalan yang membuat Jepang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Lantas apa yang membuat Jepang begitu istimewa di bidang pendidikan? Jepang berusaha menyatukan seluruh komponen sistem pendidikan untuk bersinergi mendukung visi dan misi pendidikan.

Guru dan pelajar merupakan bagian dalam sistem pendidikan. Keduanya, sebagai pelaksana pendidikan, memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Guru dan pelajar di Jepang memiliki loyalitas dan kedisiplinan yang tinggi. Loyalitas dan kedisiplinan itulah yang menjadi kunci sukses dalam membangun karakter sumber daya manusia berkualitas.