19 Juli 2017 09:31:29

Upaya Mewujudkan Pendidikan Berbasis Kemaritiman di Sekolah

Upaya yang ditempuh pemerintah dan pihak yang terkait untuk mewujudkan pendidikan kemaritiman.

Visi pemerintah menjadi “Indonesia Poros Maritim” sedang diusahakan dalam berbagai upaya, terutama dalam bidang pendidikan. Usaha untuk mewujudkan hal tersebut dapat dimulai dari pengetahuan setiap warga tentang apa itu bangsa maritim dan poros maritim dunia. Pendidikan dan sosialisasi menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran generasi muda akan wawasan nusantara berbasis kebaharian. Untuk mengetahui tentang pendidikan kemaritiman, mari kita simak uraian di bawah ini.

Apa Itu Pendidikan Kemaritiman?

Menurut Arief Rachman, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, pendidikan kemaritiman bertujuan untuk memberikan pemahaman generasi muda dalam pelestarian alam sebagai perwujudan dari essensi pendidikan tersebut. Penerapan ilmu kelautan bukan hanya ada di mata pelajaran IPA khususnya Biologi, tetapi dapat diterapkan dalam segala ilmu. Pada muatan lokal misalnya, anak-anak pesisir pantai dapat diberi pengetahuan tentang waktu-waktu tertentu dimana mereka tidak diperbolehkan menangkap ikan agar ikan dapat berkembang biak. Hal  tersebut dapat menjadi upaya mengenalkan sektor perikanan Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Sudahkah Indonesia Menerapkan Pendidikan Kemaritiman?

Kurikulum kebaharian untuk sekolah menjadi cita-cita besar pemerintah. Sayangnya, hingga saat ini belum ada kurikulum khusus di tingkat pendidikan manapun yang membahas tentang kemaritiman. Upaya perwujudan kurikulum tersebut masih dalam proses pembuatan yang melibatkan Kemendikbud dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sampai sekarang. Meskipun belum tertuang dalam bentuk kurikulum, pendidikan konstektual kemaritiman sebenarnya sudah dapat dilakukan di sekolah. Lantas, upaya apa saja yang ditempuh pemerintah dan pihak terkait untuk mewujudkan pendidikan kemaritiman di Indonesia?

1.   Pembuatan Buku Serial dengan Muatan Materi Kemaritiman.

LIPI merumuskan materi kemaritiman yang tercetak dalam bentuk serial buku “Pesisir dan Laut Kita” yang ditujukan bagi siswa kelas I -XII untuk kurikulum 2006, serial buku dengan judul yang sama bagi siswa kelas I-VI untuk kurikulum 2013, serta “Buku Panduan Guru” untuk Sekolah Dasar dan Menengah. LIPI juga menyiapkan silabus dan pengetahuan umum tentang ekosistem terumbu karang, lamun, mangrove, pelagic dan estuari, kamus ekologi laut, komik, serta poster. Harapannya, buku serial yang telah disusun tersebut dapat disebarluaskan, mengingat kurangnya materi tentang kelautan bagi siswa, khususnya yang berada di pesisir pantai.

2.   Memberikan Stimulus pada Siswa untuk Mengetahui Materi Kelautan.

Ingatkah anda tentang peristiwa anak yang dihadiahi sepeda oleh presiden? Hal itu terjadi saat presiden Joko Widodo bertemu dengan para siswa Indonesia. Dalam pertemuannya tersebut, Pak Jokowi meminta siswa untuk menyebutkan nama-nama ikan yang diketahuinya. Kemudian, presiden menghadiahkan sepeda pada siswa yang mampu dan berani menjawab pertanyaannya. Langkah ini dapat pula ditiru oleh guru saat mengajar. Guru bisa memberi pertanyaan pada siswa seputar dunia kelautan yang mampu memancing siswa mengenal lebih jauh tentang materi kemaritiman.

3.   Mengajarkan Sejarah Kejayaan Kemaritiman Indonesia.

Upaya ini bertujuan untuk menggugah semangat belajar siswa. Siswa yang mengetahui sejarah kejayaan Indonesia di bidang maritim itu, diharapkan memiliki tekad untuk mewujudkan kembali kejayaan tersebut. Pemerintah maupun pihak terkait dapat mulai menyulut semangat siswa dengan cara merubah tema dalam buku bacaan. Jika dulu buku bacaan lebih banyak difokuskan pada daratan, maka saat ini tema kelautan harus menjadi topik utama agar mempermudah mengajarkan materi kebaharian pada siswa.