19 Juli 2017 09:15:49

Menggiatkan Kembali Program Senam Pagi di Sekolah

Selain meningkatkan aktifitas fisik siswa, senam pagi juga memberikan manfaat lain.

Terbatasnya waktu olahraga bagi anak termasuk pada sepuluh masalah yang harus diwaspadai oleh orang tua menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kurangnya olahraga tersebut dikarenakan waktu anak lebih banyak dihabiskan untuk menonton televisi atau bermain games. Jika dibiarkan, hal itu akan memicu timbulnya kelebihan berat badan, sehingga membuat anak mudah terserang penyakit. Upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mencanangkan budaya senam pagi bersama bagi siswa.

Senam Kesehatan Jasmani adalah hasil dari dibentuknya Kementrian Pemuda dan Olahraga pada tahun 1983. Tepatnya pada masa Abdul Gafur menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, mulailah pemerintah mensosialisasikan olahraga senam. Olahraga senam dianggap sebagai satu jenis olahraga yang murah dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Selain itu, senam pagi tidak hanya sekedar kegiatan fisik semata, namun jika dilakukan secara rutin dapat mengubah kebiasaan seseorang menjadi lebih baik. Kini, senam pagi telah banyak dilakukan di kantor-kantor atau pun Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan olahraga di SD sebenarnya telah mendapat porsi tersendiri dalam pembelajaran yaitu melalui pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Namun karena jam pembelajaran PJOK hanya terbatas, program senam pagi dirasa harus tetap dijalankan. Selain meningkatkan aktifitas fisik siswa, senam pagi juga memberikan manfaat lain, diantaranya adalah sebagai berikut.

Melatih Disiplin Siswa

Siswa tidak akan menunda-nunda bangun karena akan mengikuti senam pagi sebelum mata pelajaran dimulai. Senam dilakukan 30 menit sebelum masuk kelas, sehingga secara otomatis, siswa yang mengikuti senam pagi tidak akan terlambat mengikuti pembelajaran di kelas. Karena siswa harus berangkat lebih pagi, para orang tua pun akan lebih peduli terhadap kedisiplinan anak mereka.

Guru Hadir Lebih Pagi

Guru sebagai teladan bagi siswa sudah pasti akan berkomitmen berangkat ke sekolah lebih pagi untuk menyambut para siswa dan ikut senam pagi bersama. Guru seharusnya merasa malu apabila siswanya sudah memulai senam, tetapi ia justru baru hadir di sekolah. Jika guru memiliki kebiasaan terlambat, dikhawatirkan siswa juga akan ikut melakukan tindakan yang tidak disiplin tersebut.

Meningkatkan Kesehatan Fisik

Olahraga akan membuat kesehatan fisik anak meningkat. Menjaga kesehatan fisik agar tetap bugar sangatlah penting. Hal tersebut dikarenakan kesehatan fisik sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa menyerap materi pembelajaran. Siswa yang tidak sehat akan cenderung sulit menerima pelajaran dari guru.

Meningkatkan Kesehatan Psikologis

Olahraga secara rutin akan membuat siswa memiliki pikiran yang positif, fresh, dan fokus pada pelajaran. Selain itu, olahraga akan membuat hati gembira dan tanpa beban untuk bersiap mengikuti pelajaran berikutnya. Perasaan gembira dan tanpa beban tersebut dapat meningkatkan semangat belajar siswa di kelas.

Menjalin Keakraban Antara Siswa dan Guru

Dengan adanya senam sebelum pembelajaran dimulai, siswa dan guru dapat meluangkan waktu untuk menggerakan badan bersama. Pertemuan dan interaksi tersebut mampu mengakrabkan siswa dan guru. Keakraban siswa dan guru dapat menjauhkan pemikiran siswa yang menganggap bahwa guru adalah sosok yang menakutkan, sehingga siswa dapat menerima pelajaran tanpa ada tekanan akan rasa takut pada gurunya.

Melihat manfaat olahraga senam di atas, rugi rasanya jika kita tidak membiasakan diri untuk melakukannya. Ingat, dibalik tubuh yang sehat, ada jiwa yang sehat pula. Salam olahraga!