18 Juli 2017 08:42:33

Langkah Jitu Memecahkan Masalah Pembelajaran Melalui Penelitian Tindakan Kelas

Salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk memecahkannya adalah dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Guru adalah praktisi dalam dunia pendidikan, yang berarti pelaksana dari setiap aturan maupun pengguna produk-produk keluaran pemerintah, seperti kurikulum, buku pembelajaran, dan lain sebagainya. Melaksanakan pembelajaran di kelas merupakan salah satu tugas guru sebagai praktisi pendidikan. Guru diwajibkan untuk mampu merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi pembelajaran. Dalam prosesnya, guru pasti menemukan berbagai kendala atau permasalahan. Salah satu permasalahan yang sering ditemui guru adalah rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran tertentu. Berbagai pertanyaan tentang sebab permasalahan itu pun muncul. Misalnya, apakah penggunaan metode guru dalam mengajar kurang tepat? Bagaimana dengan penggunaan media? Sudahkah digunakan secara maksimal? Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk memecahkannya adalah dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Istilah PTK tentu tidak asing lagi bagi guru. Lalu, sebenarnya apa itu PTK? PTK merupakan jenis penelitian yang dapat dilakukan guru secara mandiri di kelasnya dimana ia berperan sebagai peneliti internal. Tidak seperti jenis penelitian formal lainnya, PTK tidak dilakukan untuk menguji sebuah hipotesis, melainkan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pelaksanaan PTK dilakukan dengan cara berkelanjutan, membentuk sebuah siklus kegiatan yang berulang hingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas

Untuk melakukan PTK, langkah-langkah yang harus diketahui sebenarnya cukup sederhana. Yang pertama, guru harus menyadari adanya masalah dalam menjalankan proses pembelajaran. Konsep PTK memang menghendaki guru untuk menulis berbagai kendala yang dialami selama melaksanakan pembelajaran. Setelah masalah diketahui, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana penyelesaian dalam bentuk tertulis maupun tidak. Langkah ketiga, mencoba menerapkan rencana yang telah disusun tersebut dalam bentuk tindakan di kelas. Terakhir, guru merefleksi atau melihat bagaimana hasil tindakan yang telah diterapkan. Jika masih belum menuntaskan masalah, maka guru perlu menyusun rencana untuk tindakan berikutnya. PTK tidak akan berhenti bila hasil yang diperoleh belum sesuai dengan tujuan penelitian. Itulah alasan, mengapa PTK dilakukan secara berkesinambungan atau bersiklus.

Berdasarkan uraian di atas, tidak sulit bukan melaksanakan PTK? Akan tetapi, mengapa banyak guru yang cenderung masih enggan melakukannya? Sebenarnya, selama ini guru juga telah menyadari bahwa pembelajaran memiliki berbagai persoalan dan permasalahan. Hanya saja, guru tidak sempat mencatat, mengagendakan, serta mengambil tindakan penyelesaian masalah secara terstruktur dan teradministrasi. Kebiasaan tersebut tentu perlu dihindari, karena setiap permasalahan di kelas memerlukan solusi yang konkret, tidak bisa jika hanya diperkirakan saja. Selain itu, melakukan penelitian tindakan memberikan banyak manfaat bagi guru. Apa sajakah itu?

Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

Manfaat jenis penelitian tindakan bagi guru yang melaksanakannya adalah sebagai berikut.

  1. Laporan tertulis kegiatan PTK bisa dijadikan bukti fisik bahwa guru telah membuat karya tulis ilmiah. Karya ilmiah ini dapat digunakan guru untuk berbagai keperluan seperti kenaikan pangkat/golongan, mengikuti lomba guru berprestasi, lomba kreativitas guru, dan lain sebagainya.
  2. Guru menjadi terbiasa melaksanakan penelitian secara mandiri untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang dijalankannya. Dengan begitu, guru akan menjadi pemecah masalah pembelajaran yang handal sehingga layak bergelar guru profesional.
  3. Dapat memperbaiki kualitas proses maupun hasil pembelajaran. Lazimnya, proses yang berkualitas akan mengantarkan guru pada hasil yang berkualitas pula.