17 Juli 2017 11:43:48

7 Permasalahan Anak Indonesia yang Wajib Diwaspadai Orang Tua

Kekerasan dan pelecehan pada anak masih menjadi masalah yang terus menerus muncul di Indonesia.

Kekerasan dan pelecehan pada anak masih menjadi masalah yang terus menerus muncul di Indonesia. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terdapat 298 kasus dalam periode Januari-April 2016 dan angka tersebut meningkat 15% dari tahun sebelumnya. Selain kekerasan dan pelecehan, berikut ini beberapa masalah yang masih membayangi anak Indonesia yang perlu diperhatikan berbagai pihak.

Obesitas

Masalah nutrisi pada anak ternyata bukan hanya busung lapar atau kelaparan yang menimpa masyarakat tidak mampu. Masalah nutrisi ternyata juga bisa menimpa masyarakat kelas menengah ke atas yang sering menerapkan pola hidup tidak sehat. Masalah nutrisi tersebut adalah obesitas. Obesitas pada anak terjadi karena kelebihan kalori yang disebabkan makanan cepat saji, kurang beraktivitas fisik, atau anak lebih banyak diam di depan gadget maupun televisi. Masalah fisik tersebut akan membahayakan kesehatan anak ke depannya.

Penyalahgunaan Obat dan Alkohol

Pengguna obat-obat terlarang seperti narkoba yang berawal dari coba-coba pada akhirnya dapat membuat anak kecanduan. Hal itu menjadi masalah besar bagi Indonesia. Efek racun yang ditimbulkan narkoba yaitu overdosis, efek intoxication seperti kecelakaan atau luka, mengembangkan adiksi atau kecanduan, kerusakan otak, HIV/AIDS, atau hepatitis sudah tentu mengancam masa depan anak.

Merokok

Orang dewasa yang merokok biasanya diawali sejak usia dini. Anak-anak di lingkungan perokok akan cenderung ingin tahu bagaimana rasanya merokok, hingga akhirnya mereka kecanduan rokok. Hal tersebut akan menimbulkan beberapa masalah fisik dan psikologis yang akan menggangu kehidupannya.

Penyalahgunaan Internet

Penggunaan gadget yang bebas tanpa pendampingan orang tua membuat anak bebas mengakses berbagai situs di internet. Contohnya adalah situs games online dan pornografi. Jika anak kecanduan dua situs tersebut, maka dikhawatirkan dapat memberi dampak buruk bagi perkembangan mental mereka.

Stres

Tuntutan pendidikan yang terlalu tinggi namun kemampuan anak tidak memenuhi akan menimbulkan stres belajar pada anak. Selain itu, lingkungan sekolah yang tidak nyaman atau tertekan seperti adanya perilaku bullying di sekolah menjadi hal yang menakutkan bagi anak.

Seks Bebas

Pergaulan anak yang terlalu bebas dan jauh dari norma sosial dan agama menimbulkan masalah yang serius di kalangan anak dan remaja. Kehamilan usia muda karena perilaku seks bebas membayangi perempuan di Indonesia yang akan memberikan dampak kesehatan dan psikologis.

Pelecehan dan Penelantaran

Pelecehan secara fisik atau seksual akan memberikan dampak bagi perkembangan fisik dan psikologis anak. Trauma yang membayangi anak korban pelecehan dan penelantaran menimbulkan efek yang berkepanjangan jika tidak diselesaikan cepat.

Pada Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, permasalahan di atas menjadi topik utama pembahasan berbagai kalangan. Banyak pihak mengharapkan, masalah tersebut harus segera ditangani dengan serius oleh pemerintah. Karena bagaimana pun, anak adalah aset masa depan yang diharapkan dapat membawa perbaikan bagi bangsanya. Mereka harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Untuk menciptakan anak yang termasuk generasi unggul, perlu adanya jaminan keamanan dan kenyamanan anak untuk tumbuh dan berkembang. Dalam hal ini, KPAI sebagai lembaga naungan anak di Indonesia dapat menjadi penggerak nasional untuk mewujudkan kesejahteraan anak tersebut. Dan yang terpenting, keluarga serta lingkungan tempat tinggal juga harus berperan aktif dalam menjaga kemanan dan kenyamanan anak Indonesia.