17 Juli 2017 11:34:46

Manfaat Memelihara Binatang untuk Anak dengan Tipe Kecerdasan Naturalis

Orang tua harus mengarahkan kegemaran anak dalam memelihara binatang.

Anak selalu membutuhkan teman bermain dalam kesehariannya. Tidak jarang ada anak yang memilih binatang peliharaan sebagai teman bermainnya. Ada yang meminta untuk dibelikan kucing, anjing, ayam, ikan, dan sebagainya untuk dijadikan peliharaan di rumah. Orang tua pasti merasa kebingungan membelikan binatang untuk anak karena binatang merupakan makhluk hidup yang terus berkembang dan perlu perawatan setiap waktu.

Pertimbangan Memelihara Binatang untuk Anak dengan Tipe Kecerdasan Naturalis

Dalam teori kecerdasan majemuk, anak yang memiliki ketertarikan yang besar terhadap alam sekitar, termasuk binatang, pada usia yang sangat dini menunjukan tipe anak dengan kecerdasan naturalis. Ketertarikan anak terhadap alam, termasuk binatang, membuatnya menyukai aktivitas di lingkungan hingga ingin memelihara binatang sendiri di rumah. Lalu, apakah sebagai orang tua, Anda harus khawatir dengan kegemaran anak memelihara binatang? Tentu saja tidak. Orang tua justru harus mengarahkan kegemaran anak dalam memelihara binatang. Kecintaan mereka terhadap lingkungan, salah satunya binatang, diharapkan dapat memberi jalan masalah ekologi yang sudah mulai rusak karena bahaya akses teknologi saat ini.

Pertimbangan mengizinkan anak memelihara binatang harus dilihat dari sudut pandang positif dan negatif. Binatang adalah makhluk hidup maka kerepotan memberi makan, membersihkan kandang, serta dampak penyakit yang mungkin dibawa oleh binatang menjadi pertimbangan orang tua. Namun, menurut Alan Beck, salah seorang pegurus Centre for the Human-Animal Bond di Universitas Purdue, Amerika Serikat menilai kehadiran binatang peliharaan merupakan hal yang baik untuk anak-anak. Menurut Beck, anak-anak yang memiliki binatang peliharaan secara tidak sadar telah belajar mengenai komunikasi non verbal. Anak-anak yang memelihara binatang mungkin akan lebih berempati.

Manfaat Psikologis Memelihara Binatang bagi Anak

Terdapat beberapa manfaat psikologis merawat binatang peliharaan bagi anak, di antaranya sebagai berikut.

1.    Mengembangkan Kecerdasan Emosi

Sama halnya seperti manusia, binatang pun membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Anak akan belajar tentang rasa gembira, sedih, dan empati dari binatang peliharaannya. Dengan memelihara binatang, anak akan berlatih cara memperlakukan makhluk hidup dengan baik dan benar. Dari sanalah kecerdasan emosi anak akan berkembang.

2.      Melatih Tanggung Jawab dan Disiplin

Memelihara binatang sama halnya mengajari anak bertanggung jawab terhadap makhluk hidup di sekitar. Anak akan belajar bertanggung jawab dengan memberi makan binatang peliharaan, membersihkan binatang dan kandang, serta mengajak binatang peliharaannya bermain. Kedisiplinan juga akan dilatih saat memberi makan binatang sesuai jadwal makannya. Hal tersebut akan membangun kebiasaan anak dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab.

3.        Membuat Anak Lebih Aktif

Anak akan lebih aktif bergerak dan melakukan beragam aktifitas saat bermain dengan binatang seperti kucing atau anjing. Hal tersebut lebih positif dibanding terlalu banyak diam di depan televisi, bermain games atau gadget.

4.        Menstimulasi Perkembangan Anak

Dr. Soedjatmiko Sp.A(K), M.Si. sebagai ahli tumbuh kembang anak FKUI RSCM Jakarta memaparkan bahwa memperkenalkan anak pada binatang akan membantu stimulasi perkembangan pada seorang anak.

Tidak ada salahnya menjadikan binatang peliharaan sebagai teman bermain anak, yang terpenting orang tua tetap aktif mengawasi anak selama bersama dengan binatang. Selalu pastikan keamanan dan kesehatan anak sebelum memutuskan untuk memelihara binatang. Jika kondisi anak tidak memungkinkan untuk memelihara sendiri binatang peliharaan, orang tua dapat mengajarkan anak mencintai lingkungan dengan mengajak ke kebun binatang atau hutan lindung.