14 Juli 2017 13:25:23

Bagaimana Menyusun RPP untuk Guru Sekolah Dasar?

RPP merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.

Ketika hendak melakukan suatu kegitan, seseorang memerlukan perencaan agar kegiatannya berjalan lancar. Begitu pula guru. Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru harus menyusun rencana agar tujuan pembelajarannya dapat tercapai. Dalam perencanaan tersebut, guru menuliskan secara rinci pengalaman belajar seperti apa yang akan ia berikan pada siswa. Rencana guru tersebut tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

RPP merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dengan mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Guru dapat menyusun rencana tersebut secara mandiri atau secara berkelompok melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). RPP harus disusun secara lengkap dan sistematis sebagai langkah awal dari proses pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan efisien dalam rangka mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi. 

Prinsip Penyusunan RPP

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan agar dapat menyusun RPP dengan baik? Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, disebutkan serangkaian prinsip yang harus diperhatikan guru dalam menyusun RPP yaitu sebagai berikut.

1.      Memperhatikan Perbedaan Individu Peserta Didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, kemampuan sosial siswa, dan lain sebagainya.

2.      Berpusat pada Siswa

Di dalam kelas, siswa berperan sebagai subjek didik sedangkan guru adalah fasilitator siswa. Oleh karena itu, guru seyogyanya merancang proses pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat dan kreativitas siswa.

3.      Berbasis Konteks

Pembelajaran berbasis konteks dapat terwujud apabila guru mampu memanfaatkan berbagai sumber belajar lokal, mengenal kondisi sosial ekonomi siswa, dan mengedepankan budaya kearifan lokal tanpa kehilangan wawasan global.

4.      Berorientasi Kekinian

Guru yang berorientasi kekinian adalah guru yang up to date dengan informasi baru seputar dunia pendidikan. Dengan begitu, guru dapat menyusun RPP yang menginspirasi siswa maupun guru lain.

5.      Mengembangkan Kemandirian Belajar

RPP yang disusun guru seharusnya mampu mencerminkan pembelajaran yang membentuk karakter siswa. Diharapkan dengan metode pembelajaran yang sesuai, siswa berani mengemukakan pendapat penuh percaya diri.

6.      Memberi Umpan Balik dan Tindak Lanjut Pembelajaran

Umpan balik sangatlah penting didapatkan sebagai langkah evaluasi yang berkelanjutan. Pastikan RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

7.      Memiliki Keterkaitan Antarkompetensi dan/atau Antarmuatan

Materi yang tidak terputus-putus sangat membantu siswa mamahami suatu konsep. Hal ini harus menjadi perhatian khusus para guru. Sebaiknya guru juga memastikan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan dari setiap bagian RPP.

8.      Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Sebagai guru yang memiliki kreatifitas mumpuni, perlu sekali memasukan metode belajar non-konvensional yang bisa membantu siswa memahami materi. Kegiatan dalam RPP sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah RPP yang selama ini disusun oleh guru telah memenuhi prinsip di atas? Jawabannya adalah belum. Untuk itu, pemerintah menyusun Panduan Penyusunan RPP dengan harapan RPP yang disajikan guru dapat benar-benar menjadi landasan siswa belajar di kelas, bukan hanya syarat administratif belaka. 

Dalam panduan penyusunan RPP SD, segala yang berkaitan dengan RPP telah dijelaskan secara rinci, diantaranya adalah pengertian RPP, komponen RPP, prinsip-prinsip penyusunan RPP SD, dan proses penyusunan RPP. Tak lupa juga dicantumkan contoh RPP berdasarkan kurikulum 2013 agar guru lebih mudah mempelajari penyusunan RPP. Dengan adanya panduan teknis penyusunan RPP diharapkan guru, kepala sekolah, dan pengawas, serta para pemangku kepentingan pendidikan dapat memahami, menyusun, mengembangkan, dan menerapkan RPP dalam pembelajaran.