11 Juli 2017 15:28:50

Pahami Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru dari Permendikbud No.17 Tahun 2017

Pada jenjang SD, Pelaksanaan PPDB sesuai Permendikbud Nomor 17 tahun 2017.

Sekali dalam tiap tahun, seluruh satuan pendidikan di Indonesia bersiap menyambut peserta didik baru. Pembukaan pendafataran hingga tahap seleksi masuk dipersiapkan dengan matang oleh masing-masing pihak sekolah. Semua persiapan tersebut tentu disesuaikan dengan peraturan terkait. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diatur dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Peraturan tersebut diperuntukkan bagi satuan pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan yang sederajat lainnya. Adapun tujuan  PPDB adalah untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. Lantas, bagaimana pelaksanaan PPDB tersebut, khususnya di jenjang SD?

Pelaksanaan PPDB sesuai Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 dilakukan melalui mekanisme dalam jejaring (daring)/online maupun mekanisme luar jejaring (luring)/offline yang berpacu pada kalender pendidikan, yakni dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli. Sekolah memiliki kewajiban mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB yang terkait persyaratan, seleksi, daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar, biaya, serta hasil penerimaan peserta didik baru yang dapat diumumkan melalui papan pengumuman maupun media lain. Salah satu informasi yang mungkin selalu ingin diketahui terlebih dahulu oleh sebagian besar orang tua adalah syarat seorang anak dapat diterima menjadi peserta didik baru. Bagaimana tidak, syarat itulah yang nantinya akan menentukan seorang anak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau tidak.

Aturan Penerimaan Siswa Baru Khusus Jenjang Skolah Dasar

Pada jenjang SD, berdasarkan Permendikbud di atas, syarat calon peserta didik baru kelas 1 adalah berusia 7 tahun atau paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun tersebut ditujukan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa/bakat istimewa atau yang sudah memiliki kesiapan belajar yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional atau dari dewan guru sekolah. Persyaratan usia calon peserta didik harus dibuktikan dalam bentuk akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dilegalisir oleh lurah setempat.

Setelah mengetahui persyaratan untuk dapat menjadi peserta didik baru di SD, hal berikutnya yang harus diketahui orang tua adalah alur seleksi PPDB. Di tingkat SD, alur yang ditetapkan diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Seleksi dilakukan berdasarkan usia yang sesuai dengan persyaratan dan dibuktikan dengan berkas-berkas terkait serta berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah sesuai ketentuan zonasi. PPDB tingkat SD tidak menggunakan tes membaca, menulis dan menghitung.
  2. Melakukan daftar ulang untuk memastikan status anak sebagai peserta didik baru. Daftar ulang ini tidak dipungut biaya apa pun karena telah dibebankan pada Biaya Operasional Sekolah (BOS). Jadi, bagi seluruh warga Indonesia yang akan menyekolahkan anaknya di SD milik pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan uang sedikit pun, termasuk uang untuk biaya sekolah. Hal tersebut dikarenakan pemerintah telah membiayai pendidikan anak hingga SMP dengan payung program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah.