08 Juli 2017 11:49:12

Pandai Calistung Bukan Syarat Masuk Sekolah Dasar

Sesuai PP No.17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan telah dijelaskan bahwa tes calistung dilarang untuk seleksi masuk SD.

Setiap tahun ajaran baru, banyak orang tua yang disibukkan dengan kegiatan mencari sekolah untuk anak mereka. Begitu pula orang tua yang memiliki anak selepas dari Taman Kanak-kanak (TK). Mereka berlomba mencari sekolah dasar terbaik. Karena ingin mendapat sekolah yang dianggap favorit, mereka pun membiarkan anaknya mengikuti serangkaian tes untuk memasuki sekolah dasar. Salah satu jenis tes yang biasa dilakukan adalah tes baca, tulis, dan berhitung (calistung). Namun, tahukah anda bahwa tes calistung untuk memasuki sekolah dasar sebenarnya dilarang oleh pemerintah?

Tes Calistung Dilarang untuk Seleksi Masuk Sekolah Dasar

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, telah dijelaskan bahwa tes calistung dilarang untuk seleksi masuk SD. Lebih jelasnya, keterangan tersebut dicantumkan pada pasal 69 ayat 5 yang berbunyi “Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada  hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.”. Jadi, sekolah dasar yang melaksanakan tes tersebut dengan dalih lebih memilih siswa yang siap menerima pelajaran, jelas telah melanggar aturan. Pada pasal yang sama dituliskan bahwa syarat utama masuk sekolah dasar adalah usia, yakni 7 tahun. Tidak harus pandai calistung, jika usia anak telah mencapai 7 tahun, maka sekolah dasar yang masih memiliki daya tampung wajib menerima anak tersebut.

Tes calistung tidak diperbolehkan untuk proses seleksi penerimaan siswa baru, akan tetapi boleh dilakukan untuk memetakan kemampuan siswa dalam suatu kelas. Pemetaan kemampuan anak tersebut akan mempermudah guru menentukan strategi dan metode mengajar apa yang akan ia gunakan. Selain itu, tes calistung boleh dilaksanakan apabila digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam suatu kelas. Guru akan menganalisis hasil tes tersebut kemudian mencari tahu siapa saja siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata dalam hal calistung. Dengan demikian, guru dapat mencari cara bagaimana meningkatkan kemampuan siswa tersebut.

Cara Mengajarkan Calistung pada Anak

Jika ada larangan tes calistung untuk masuk sekolah dasar, apakah itu berarti anak dibiarkan tidak bisa calistung sebelum masuk sekolah dasar? Pertanyaan itu mungkin ada di benak para orang tua. Jawabannya, tentu tidak. Kemendikbud memang mengimbau agar anak TK atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak dibebankan dengan belajar calistung tetapi diberikan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membebani pikiran. Dari himbauan tersebut, dapat diketahui bahwa belajar calistung akan diperbolehkan jika menggunakan metode yang tepat dan tidak memberatkan bagi anak. Calistung untuk usia TK/ PAUD tidak diajarkan secara klasikal di kelas. Misalnya, jika anak akan diajarkan membaca, yang seharusnya dilakukan guru adalah membacakannya dongeng yang imajinatif. Dengan begitu, anak akan mengenal kosakata baru dengan sendirinya. Hindari memaksa anak berlatih membaca, terlebih lagi membaca sesuatu yang tidak mereka mengerti.