06 Juli 2017 16:10:07

Mempelajari Sejarah dengan Cara yang Menyenangkan

Mempelajari sejarah menjadi sangat penting untuk menambah wawasan kebangsaan.

Belajar sejarah identik dengan kesan tidak menarik dan membosankan. Persepsi tersebut bisa dihilangkan dengan mengenalkan sejarah melalui cara yang menyenangkan bagi para siswa. Mempelajari sejarah menjadi sangat penting untuk menambah wawasan kebangsaan serta mengajarkan tentang bagaimana membangun negara yang lebih maju pada masa yang akan datang. Belajar sejarah juga bermanfaat untuk mengenalkan jasa-jasa pahlawan serta peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di Indonesia di masa lalu.

Agar siswa senang belajar sejarah, maka pembelajaran sejarah tersebut harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Berikut ini terdapat beberapa cara yang bisa digunakan oleh guru untuk mengenalkan sejarah kepada siswa dengan cara yang menyenangkan.

Membaca Buku Cerita

Seorang pencerita asal Aceh yang dikenal dengan nama panggung PM. TOH. alias Agus Nur Amal mengungkapkan bahwa belajar sejarah dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan. Di Singapura misalnya, pembelajaran sejarah diajarkan lewat buku cerita. Bahasa yang baku sengaja dihindari dan lebih dikemas seperti buku cerita pada umumnya. Sejarah yang dikemas menyerupai buku cerita yang ringan akan membuat lebih siswa antusias untuk membacanya. Siswa dapat berimajinasi dengan gambar, foto, serta bahasa yang ringan sehingga mereka dapat paham dan meresapi sejarah tanpa rasa bosan.

Di dalam buku cerita tersebut dapat memuat awal mula terbentuknya kota-kota di sebuah negara, mulai dari nama jalan serta kisah dari kekhasan suatu kota. Sejarah yang dikemas dalam cerita tentang tokoh-tokoh pahlawan, alat transportasi, budaya, serta alat musik pun ikut ada dalam cerita tersebut. Dari buku cerita tersebut, siswa-siswa akan memperoleh wawasan mengenai sejarah suatu negara yang dikemas dengan cara yang menarik. Guru dapat mengemas sendiri sejarah seperti membaca cerita dalam cerita, seperti menceritakan kisah-kisah perjuangan pahlawan Ki Hajar Dewantara, atau RA Kartini. Suasana kelas bisa dibuat lebih santai, atau menggunakan alat peraga seperti gambar, peta atau multimedia ketika bercerita.

Mengunjungi Museum

Cara lain untuk belajar sejarah yang menyenangkan adalah dengan berkunjung ke museum. Museum dapat menjadi tempat siswa untuk belajar, karena museum adalah tempat yang menyimpan dan merekam beragam peristiwa dan peninggalan sejarah suatu bangsa. Dengan mengunjungi museum, siswa akan melihat secara langsung benda-benda peninggalan sejarah yang akan menarik perhatian mereka. Saat berkunjung ke museum, suasana belajar pun akan berubah. Jika sebelumnya siswa mengetahui sejarah lewat buku dan gambar, maka dengan mengunjungi museum siswa-siswa akan melihat langsung benda-benda bersejarah sebagai referensi visual dalam diri mereka.

Sambil melihat benda-benda bersejarah, guru dapat menceritakan kisah yang berkaitan dengan materi yang ingin dikuasai. Misalnya, guru dapat menerangkan sejarah bangsa Indonesia yang tidak terpelas dari jasa para pahlawan nasional. Lalu, siswa diajak untuk melihat berbagai foto beserta benda-benda peninggalan tokoh tersebut. Dari sana akan muncul rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan terhadap benda-benda bersejarah yang dilihatnya. Maka dari itu, guru harus mempersiapkan terlebih dahulu materi dan nilai-nilai pendidikan sejarah yang akan disampaikan kepada siswa. Dengan begitu, belajar sejarah akan terasa lebih menyenangkan.