05 Juli 2017 16:18:30

Mengembangkan Karakter Lewat Pembelajaran di Luar Kelas

Dengan melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, kemandirian siswa diharapkan dapat terbentuk.

Bosan adalah suatu hal yang sering dirasakan siswa saat belajar di kelas. Untuk mengatasi hal tersebut, guru dapat melakukan pembelajaran di luar kelas. Pembelajaran di luar kelas atau dikenal dengan istilah outdoor learning merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas dan di alam bebas. Metode belajar di luar ruang kelas dilakukan seperti sedang mengajak siswa bermain, tetapi sebenarnya mereka tetap belajar.

Pada aplikasinya, kegiatan pembelajaran di luar kelas tetap harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dan memperhatikan kompetensi yang ingin diraih.Meski kegiatan belajar mengajarnya terasa lebih santai, pembelajaran di luar kelas harus tetap menyisipkan materi pembelajaran bagi siswa. Sejauh mana siswa dapat menyerap materi yang disisipkan dalam kegiatan, itulah yang akan dilihat guru saat diskusi. Metode diskusi tersebut memungkinkan adanya penilaian dari kedua arah, dari guru dan siswa. Dengan demikian, kedekatan guru dan siswa dapat terjalin semakin erat.

Berbeda dengan belajar di dalam kelas, outdoor learning menuntut guru menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran. Guru dapat menjalin kerjasama dengan orang tua siswa untuk menyiapkan alat yang dibutuhkan. Dengan melakukan kegiatan outdoor learning, kemandirian siswa diharapkan dapat terbentuk. Evaluasi yang dilakukan saat outdoor learning pun berbeda dengan pembelajaran di dalam kelas. Evaluasi outdoor learning dilakukan dengan metode diskusi. Adapun beberapa manfaat pembelajaran di luar kelas adalah sebagai berikut.

Belajar dengan Suasana Menyenangkan

Pembelajaran di dalam kelas mudah memicu kebosanan siswa. Penggunaan metode pembelajaran yang monoton oleh guru juga membuat suasana pembelajaran menjadi kurang menarik bagi siswa. Terlebih lagi, jika pembelajaran hanya didominasi ceramah. Siswa cenderung akan mengantuk atau mencari kegiatan di luar pembahasan guru. Permasalahan di atas dapat diatasi dengan melakukan kegiatan belajar di luar kelas. Belajar di luar kelas membuat pikiran siswa lebih jernih. Siswa juga tidak akan mudah lelah meskipun mereka telah mempelajari banyak hal karena mereka melakukannya dengan gembira.

Pembelajaran Lebih Kontekstual

Belajar dengan benda-benda konkret sangat cocok bagi siswa, khususnya siswa SD. Menurut Jean Piaget (1981), siswa SD berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret. Oleh karena itu, belajar dengan benda konkret atau nyata akan memudahkan mereka memahami suatu hal. Jika sebelumnya siswa belajar dari buku pelajaran atau diterangkan oleh guru, dengan belajar di luar kelas siswa akan melihat langsung objek yang dipelajarinya. Misalnya, jika siswa akan belajar tentang tata surya, maka pembelajaran dapat dilakukan di planetarium. Disana siswa dapat melihat langsung benda-benda langit dan mengenalnya lebih dekat.

Memacu Kreativitas Siswa

Selama belajar di luar kelas, siswa akan menemukan berbagai hal untuk dipelajari. Pembelajaran dapat dilakukan secara beragam, tidak hanya fokus pada satu topik saja. Selain itu, belajar di luar kelas juga memenuhi kebutuhan rekreasi siswa. Banyak hal yang dapat siswa eksplorasi ketika berada di luar kelas. Siswa dapat mengembangkan daya kreativitasnya dalam berpikir. Misalnya, saat kegiatan mengamati tanaman di taman, siswa tidak hanya dapat mengetahui jenis-jenis tanaman disana, tetapi juga bagaimana cara memanfaatkan sampah daun kering yang menumpuk di taman menjadi suatu benda yang berguna. Kreativitas yang terbentuk di luar kelas akan sangat bermanfaat dan menambah pengalaman untuk anak, dan diharapkan dapat dikembangkan untuk memaksimalkan potensinya.