05 Juli 2017 15:57:54

Kemampuan Berbahasa sebagai Kunci Masa Depan Anak

Anak dapat mempelajari bahasa melalui pendidikan bahasa yang diterima dari pendidikan formal, informal, maupun nonformal.

Komunikasi adalah bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Agar dapat berkomunikasi dengan lancar, manusia menggunakan bahasa sebagai alat utama berkomunikasi. Oleh karena itu, bahasa sangat penting dikenalkan pada seseorang sejak masih usia anak-anak. Anak dapat mempelajari bahasa melalui pendidikan bahasa yang diterima dari pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Kemampuan bahasa yang dimiliki oleh seorang anak berbeda-beda, tergantung stimulus yang diberikan oleh lingkungan.

Rumah adalah lingkungan pertama seorang anak dapat belajar bahasa. Bahasa yang pertama kali dikenal oleh anak di lingkungan rumah adalah bahasa ibu. Pada umumnya, bahasa ibu disesuaikan dengan bahasa daerah dimana anak itu lahir. Penerapan bahasa daerah sebagai bahasa ibu dapat pula digunakan untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman bahasa daerahnya.

Permasalahan Penguasaan Bahasa di Indonesia

Sayangnya, pendidikan bahasa terkadang luput dari perhatian orang tua di rumah. Pada umumnya, orang tua beranggapan bahwa perkembangan bahasa anak akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Orang tua harus bisa memberi teladan kepada anak dengan menggunakan bahasa yang baik di rumah. Apabila orang tua menggunakan bahasa asing atau bahasa Indonesia yang tidak baik, anak akan kesulitan menyampaikan pemikiran abstraknya. Pendidikan bahasa yang dilakukan di rumah tidak boleh setengah-setengah. Orang tua memiliki peran memberikan pengajaran bahasa yang benar.

Menguasai berbagai macam bahasa adalah kunci terbukanya ilmu pengetahuan. Banyak sumber-sumber ilmu pengetahuan berbahasa nasional maupun asing yang berisikan pengetahuan-pengetahuan penting. Mirisnya, di pedalaman Indonesia masih terdapat sekolah-sekolah yang mengajar hanya dengan bahasa daerahnya saja. Jika dibiarkan, maka kendala bahasa akan membayangi anak-anak tersebut di kemudian hari. Terbatasnya penguasaan bahasa akan mempersulit mereka mempelajari ilmu pengetahuan yang lebih luas. Pemerintah dapat mulai memperbaikinya melalui penggunaan bahasa nasional Indonesia di pedalaman, sebelum akhirnya mengenalkan bahasa asing.

Memahami Pentingnya Penguasaan Bahasa

Kemampuan dalam menggunakan beragam bahasa memiliki pengaruh terhadap kemampuan akademik anak. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak yang sekolah di tempat yang menggunakan dua atau lebih bahasa memiliki kemampuan akademik lebih kuat dibanding anak yang sekolah di tempat yang menggunakan monolingual. Penelitian tersebut sudah dilakukan di berbagai negara yang menerapkan konsep bilingual dengan menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa pertamanya. Sementara saat ini, kompetensi pendidikan menuntut penguasaan tiga bahasa untuk berkomunikasi di kehidupan sehari-hari, yaitu bahasa daerah, bahasa Indonesia dan satu jenis bahasa asing.

Tidak ada salahnya mengajarkan bahasa asing sejak dini, asalkan pengajaran diberikan dengan metode yang menyenangkan bagi anak. Hal pertama yang perlu ditanamkan dalam belajar bahasa asing adalah keberanian. Biarkan anak berani menggunakan bahasa asing meski belum benar secara tata bahasa. Saat anak sudah berani berbicara, maka lambat laun pengetahuan bahasanya akan semakin berkembang. Metode pengajaran bahasa sebaiknya tidak hanya dikuasai oleh guru,  tetapi juga oleh orang tua.

Di daerah perkotaan, penerapan bahasa asing sejak usia dini kini sudah banyak dilakukan. Bahasa asing, salah satunya Bahasa Inggris, digunakan guru untuk memberikan instruksi kepada anak dalam berbagai mata pelajaran seperti kesenian, olah raga, matematika, hingga ilmu alam. Jika anak belum mengerti instruksi yang diberikan, guru dapat membantu dengan gerak tubuh sebagai arahan.  Hal tersebut berguna ketika anak mulai memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan anak nantinya, tuntutan penguasaan bahasa juga semakin meningkat.