04 Juli 2017 11:34:59

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) untuk Mewujudkan Keluarga Sejahtera

PUSPAGA adalah bentuk layanan pencegahan di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya bertujuan untuk mengevaluasi kualitas keluarga di Indonesia serta berupaya menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif dengan nilai-nilai kehidupan yang baik. Berdasarkan UU No 10 Tahun 1992 dan PP Nomor 21 Tahun 1994 memaparkan ada delapan fungsi keluarga yang harus dijalani suatu keluarga. Delapan fungsi keluarga tersebut antara lain fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan.

Berlakunya kedelapan fungsi tersebut dalam keluarga merupakan suatu tujuan nyata dalam memaknai momen Hari Keluarga Nasional. Untuk mewujudkan keluarga yang kuat, seluruh fungsi-fungsi dalam keluarga harus benar-benar dijalankan. Seluruh fungsi tersebut memiliki peran yang sangat penting untuk kestabilan keluarga. Pentingnya kestabilan keluarga untuk anak adalah untuk menciptakan anak-anak yang memiliki sikap, karakter, dan nilai-nilai yang baik yang mereka peroleh dari sebuah keluarga. Hal ini menjadi dasar disebutnya keluarga sebagai lingkungan pertama bagi seorang anak.

Penetapan Hari Keluarga Nasional sejalan dengan program pemerintah dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tentang Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yakni tempat pembelajaran bagi orang tua untuk meningkatkan kualitas menuju kehidupan sejahtera. Program PUSPAGA diisi dengan kegiatan yang berguna untuk meningkatkan kapasitas orang tua atau keluarga dalam menjalankan tanggungjawab mengasuh dan melindungi anak serta memenuhi kebutuhan anak akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan. Di dalam program tersebut termasuk menjalankan perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran.

Yohana Yembisa selaku Menteri PPPA menuturkan bahwa PUSPAGA adalah bentuk layanan pencegahan di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai wujud kepedulian negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga. Kepedulian ini diwujudkan melalui program pendidikan/pengasuhan, keterampilan menjadi orang tua, keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga serta menyelenggarakan program konseling bagi anak dan keluarga. PUSPAGA dilakukan oleh tenaga sosial yang profesional seperti tenaga konselor, psikolog atau sarjana profesi psikologi. Dengan adanya PUSPAGA diharapkan menjadi sebuah solusi atas permasalahan keluarga yang ada di Indonesia, serta mampu mewujudkan kesejahteraan yang dimulain dari keluarga.