04 Juli 2017 11:11:09

Sejarah Hari Keluarga Nasional, Momen untuk Berkumpul dengan Keluarga

Hari Keluarga Nasional berasal dari momen kembalinya para pejuang Indonesia untuk berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

Hari Keluarga Nasional setiap tahunnya diperingati pada tanggal 29 Juni berdasar Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional (HARGANAS). Hari Keluarga Nasional bertujuan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya sebuah keluarga. Keluarga memliki peran penting untuk memantapkan ketahanan nasional dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Karena dari keluargalah kekuatan dan pembangunan suatu bangsa dimulai.

Latar Belakang Hari Keluarga Nasional
Sejarah Hari Keluarga Nasional tercetus pada saat kondisi Indonesia belum kondusif di Tahun 1949 dimana tentara dan masyarakat Indonesia melakukan perang gerilya sehingga mereka harus berpisah dengan keluarganya. Pada tanggal 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia. Enam hari kemudian, seluruh tentara Indonesia akhirnya berhasil dipulangkan kembali ke keluarganya. Maka pada tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional, yakni sebagai momen kembalinya para pejuang Indonesia berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

Hari Keluarga Nasional selanjutnya dimaknai sebagai sebagai wujud rasa syukur karena memiliki kesempatan untuk selalu berkumpul dengan keluarga. Pada hari keluarga diharapkan ayah ibu dan anak-anak bisa melakukan kegiatan bersama, meluangkan waktu satu sama lain untuk berkumpul bersama keluarga . Banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama keluarga seperti makan bersama, pergi berlibur atau melakukan hobi bersama. Dari sana diharapkan akan menumbuhkan rasa kebersamaan antar keluarga.

Keluarga sebagai Pilar Pembangunan Bangsa
Hari keluarga buka hanya dapat dinikmati bersama keluarga kandung, namun dapat dirayakan oleh sebuah komunitas atau kelompok masyarakat. Makna Hari Keluarga Nasional menyiratkan bahwa fungsi keluarga bukan sekedar pemenuhan kebutuhan yang menjamin fasilitas seluruh anggota keluarga. Banyak ditemui keluarga yang memiliki kelimpahan fasilitas, namun karena kesibukan mereka tidak merasakan kehangatan dan kehadiran keluarga. Maka diluar dari pemenuhan fasilitas, setiap anggota keluarga sangat perlu saling memberi perhatian satu sama lain. Hal terpenting adalah interaksi antar anggota keluarga untuk memperkuat hubungan kekeluargaan. 

Keluarga adalah pendidik pertama bagi seorang anak, maka dari itu generasi berkualitas dimulai dari keluarga. Dari keluargalah nilai-nilai mulai ditanamkan dalam diri seorang anak lewat sikap, pola pikir dan perilaku sehari-hari. Anak adalah seorang peniru ulung, maka seluruh sikap dan perilaku yang dilakukan oleh orang tua akan menjadi contoh bagi kehidupannya. Maka keluargalah benteng untuk masa depan anak-anak, bagaimana anak tersebut bersikap kedepannya akan bergantung pada keluarga dalam mendidiknya. Dengan adanya Hari Keluarga Nasional dapat mengingatkan kita akan pentingnya sebuah keluarga dalam memperkuat pilar pembangunan bangsa.