20 Juni 2017 13:40:10

Pelukis dan Tuan Rumah yang Mengkhianatinya

pelukis

Seorang pelukis sedang dalam perjalanan. Ia membawa peralatan yang biasa digunakan untuk melukis. Ia juga membawa sejumlah uang dalam tas yang digantungkan di lehernya.

Dalam perjalanannya itu, pelukis singgah di suatu daerah yang asing baginya. Tidak ada seorang pun yang ia kenal di sana. Karena hari sudah gelap, pelukis itu memutuskan untuk bermalam. Seorang penduduk kemudian mengajak pelukis itu ke rumahnya dan menawarinya tempat menginap. Dengan senang hati, pelukis itu menerimanya.

Tuan rumah melihat pelukis membawa banyak uang, dan ia bermaksud mengambilnya. Maka ia terus berjaga, menunggu kesempatan itu datang. Sementara pelukis tertidur lelap karena kelelahan setelah menempuh perjalanan yang jauh.

Saat pelukis sudah terlelap, tuan rumah menyelinap ke dalam kamar dengan mengendap-endap. Ia bergerak hati-hati agar tidak membangunkan tamunya. Dengan mudah, ia berhasil mengambil tas berisi uang pelukis. Setelah itu, diangkatnya tamunya itu dan diletakkannya di jalan yang jauh dari rumahnya.

Pelukis yang kelelahan tetap lelap dalam tidurnya. Ia sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya.

Keesokan harinya, pelukis itu bangun dari tidurnya. Betapa terkejut ia mendapati dirinya di jalan, sementara tasnya yang berisi uang telah raib. Ia pun pergi menemui hakim dan mengadukan masalahnya.

“Apakah kamu mengenal tuan rumahmu kemarin?” tanya hakim.

“Tidak, Tuan. Tetapi saya seorang pelukis yang mahir. Saya bisa melukis penghuni rumah yang saya tempati, sehingga Anda dan para pegawai Anda dapat mengenali mereka,” jawab pelukis.

Pelukis itu kemudian ditempatkan dalam sebuah ruangan. Ia melukis seluruh anggota keluarga yang telah menipunya. Maka, jadilah sebuah lukisan yang menyerupai foto keluarga. Hakim dan pegawainya dengan mudah dapat mengenali mereka.

Keluarga itu lalu dibawa menghadap hakim. Mereka mengakui kesalahan dan mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Hakim memberikan hukuman berat kepada mereka karena telah mengkhianati orang yang telah memercayakan jiwa dan hartanya.