20 Juni 2017 10:15:49

Prinsip-Prinsip Dalam Penyusunan RPP Kurikulum 2013

Penyusunan RPP Kurikulum 2013 merujuk pada ketentuan yang tercantum di Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016.

RPP adalah sebuah rancangan pembelajaran yang dibuat guru sebagai strategi untuk mencapai tujuan kurikulum. Sampai saat ini, kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan. Terakhir, muncul kurikulum 2013 yang mengalami banyak sekali revisi dan akan diberlakukan secara menyeluruh pada sekolah-sekolah di selururh Indonesia secara bertahap. Kita sebagai guru perlu menyiapkan perangkat yang diperlukan dalam mekanisme pembelajaran sesuai kurikulum 2013, termasuk menyediakan RPP sebagai prasyarat kelengkapan administratif.

Mekanisme pelaksanaan pembelajaran di dalam sebuah RPP mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pertimbangan daya dukung dalam proses pembelajaran. Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru menyusum RPP yang akan digunakan dalam pelaksananaan pembelajaran. Saat menyusun RPP untuk pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 hendaknya guru memperhatikan prinsip-prinsip yang merujuk pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, yaitu.

Memperhatikan perbedaan individual peserta didik

Perbedaan ini mencakup beberapa karakteristik yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Misalnya, kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

Melibatkan partisipasi aktif peserta didik

Penyusunan RPP perlu memperhatikan partisipasi aktif para peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik penting karena peserta didik berperan sebagai subjek pembelajar sehingga memudahkan mereka memahami teori, menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, serta rasa percaya diri.

Memusatkan kegiatan pada peserta didik

Kegiatan yang direncanakan dalam RPP dibuat berpusat pada peserta didik. Hal ini berguna untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian setiap peserta didik.

Mengembangkan budaya membaca dan menulis

RPP yang disusun hendaknya mampu mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. Oleh sebab itu, kegiatan membaca dan menulis yang penting sebaiknya tercantum dalam RPP.

Memberi umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan berbagai program umpan balik dan tindak lanjut bagi kegiatan pembelajaran dan pencapaian KD oleh peserta didik. Kegiatan ini dapat berupa variasi umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi.

Menekankan pada keterkaitan dan keterpaduan komponen pembelajaran

Komponen pembelajaran yang terdapat dalam RPP, seperti KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. Komponen-komponen tersebut harus memiliki keterkaitan dan keterpaduan dalam satu keutuhan pengalaman belajar.

Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu

Berlakunya Kurikulum 2013 menuntut guru untuk mengajar secara tematik-terpadu. Oleh sebab itu, RPP yang disusun juga harus mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu baik lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

Kemajuan teknologi menuntut guru untu untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan ini dilakukan secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai situasi dan kondisi.