16 Juni 2017 10:13:11

Mengatasi Munculnya Perilaku Kontraproduktif Pada Anak

Ilistrasi: munculnya perilaku kontraproduktif yang akan berujung pada perilaku negatif di kemudian hari.

Lingkungan adalah salah satu faktor yang membentuk karakter serta perilaku pada seorang anak dan keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenalnya. Maka lingkungan keluarga merupakan penentu utama bagi perilaku anak di masa tumbuh kembangnya. Kemudian, setelah anak mulai bersosialisasi dengan sekitar misal tetangga, sekolah, dan bahkan media digital. Lambat laun peran keluarga akan sedikit tergeser. Di lingkungan baru itulah akan muncul celah bagi pengaruh perilaku kontraproduktif pada anak salah satunya dengan melakukan kekerasan.

Jangan Remehkan Gejalanya

Orang tua mungkin melihat sikap anak berubah menjadi gemar berteriak, mengganggu, memerintah dengan gaya tidak sopan, bahkan melakukan tindakan fisik yang menyakiti orang di sekitar. Di sini, acap kali anak hanya akan mendapat julukan nakal dan kemudian dianggap remeh. Perilaku anak yang menyimpang tersebut ditolelir sebagai ekspresi dan eksplorasi seorang anak terhadap lingkungannya. Padahal sejatinya ciri-ciri tersebut merupakan indikasi munculnya perilaku kontraproduktif yang akan berujung pada perilaku negatif di kemudian hari.

Menurut pandangan psikologis penyebab seorang anak melakukan perilaku kontraproduktif bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di rumah, bisa jadi orang tua sering memarahi tanpa menjelaskan kesalahan yang dilakukan oleh sang anak. Sementara di lingkungan sekitar, orang dewasa seperti guru dan tetangga dengan mudah memberikan label kepada anak tanpa berusaha mengarahkan anak kepada sikap yang benar dan terpuji. Terlebih jika kawan bermainnya melakukan hal serupa. Jika keadaan tersebut terus dibiarkan maka permasalahan anak akan semakin kompleks. Pemberian label negatif pada anak tidak akan menjadi cara yang baik untuk menghentikan perilaku negatif anak. Tanpa disadari, justru hal tersebut akan memupuk perilaku negatif tersebut karena anak merasa memang demikianlah dirinya.

Mengatasi Sebelum Terlambat

Anak sejatinya mudah dibentuk dengan arahan yang lembut dan penuh kasih, tanpa memerlukan kekerasan. Semakin orang tua berlaku keras tanpa memberikan pemahaman yang tegas, anak akan semakin menyimpang dari perilaku yang seharusnya. Untuk menghindari hal tersebut, berikut cara orang tua menghadapi yang berprilaku kontraproduktif:

1. Jangan Menghakimi Anak

Selesaikan masalah dengan pikiran yang jernih, menghakimi atau memojokkan anak karena emosi yang meluap tidak akan menyelesaikan masalah. Karena dengan menghakimi solusi yang sehat dan positif tidak akan didapatkan. Begitu pula jika memberikan sanksi yang berat kepada anak juga bukan penyelesaian yang baik.

2. Fokus Pada Masalah

Pusatkan diri pada satu masalah dan satu peristiwa, jangan sampai merembet ke masalah yang lain. Temukan akar masalah perilaku kontraproduktif, lalu definisikan masalah tersebut dengan cara yang mudah dimengerti oleh anak. Dorong anak untuk mencurahkan hatinya, serta berikan empati kita terhadap situasi yang dihadapi oleh anak.

3. Ajak Berdialog

Untuk anak yang lebih kecil, akan sulit jika diberikan nasihat atau solusi untuk perilakunya. Ajak anak berpartisipasi menyelesaikan masalahnya, mendengarkan pendapat anak juga dapat membuatnya lebih dihargai.

4. Memenuhi Kebutuhan Anak

Mungkin anak membutuhkan sesuatu yang diperolehnya, seperti kebutuhan anak kasih sayang, perhatian, atau pengakuan. Bicaralah dengan bahasa sederhana serta ajak anak berkomunikasi dari hati ke hati.

5. Menerapkan Strategi Reward And Punishment

Merayu anak untuk mengubah sikap bisa dengan memberlakukan kesepakatan bagi ornag tua dan anak. Misalnya anak akan diajak ke tempat bermain jika dalam satu minggu berbuat baik. Sebaliknya jika anak berbuat nakal, anak akan diberikan hukuman sesuai kesepakatan seperti tidak boleh menonton tv atau bermain game.