06 Juni 2017 11:00:49

Kiat Agar Anak Berhenti Bersikap Pesimis

Ilustrasi : peran orang tua dalam menghadapi anak yang pesimis sangatlah penting.

Setiap anak memiliki karakteristik masing-masing yang unik yang berbeda satu sama lain. Hal tersebut tergantung dari stimulasi perkembangan yang diberikan oleh orang tua. Tidak sedikit Kita melihat banyak anak-anak yang mengalami kesulitan belajar di sekolah. diantaranya dalah sifat pesimis anak dalam belajar. Salah satu penyebab anak menjadi pesimis adalah bahwa mereka tidak percaya diri dengan kemampuan yang ada dalam dirinya. Ketika berada di kelas seorang anak yang pesimis akan merasa dirinya bodoh dan kemampuan akademiknya tidak sebaik teman-temannya.

Tanda anak pesimis dapat dikenali dengan munculnya perilaku malas belajar, hal tersebut berawal dari ketidak percayaan diri seorang anak terhadap kemampuan yang dimiliki. Seorang anak yang pesimis akan memiliki citra diri yang negatif, menganggap dirinya bodoh, memiliki IQ yang rendah serta tidak berbakat. Hal tersebut akan membuatnya malas berusaha meraih prestasi yang tinggi. sehingga ia pun urung belajar. Sifat pesimis menghambat kemajuannya dalam belajar yang disebabkan citra diri yang negatif dan berujung pada mental block atau hambatan mental. Untuk mengatasi anak pesimis Kita harus membangun sifat optimis yang ada dalam diri anak, hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

Pola Asuh Positif

Seorang anak yang diasuh dengan penuh kasih sayang dan perhatian orang tua akan lebih nyaman dan berani menghadapi hal-hal baru di lingkungannya. Pola asuh positif yang menerapkan kasih sayang dan perhatian akan membantu perkembangan mental dan emosionalnya, sehingga jiwa optimis anak akan muncul.

Mengajarkan Kegagalan

Orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, namun tidak lupa untuk mengajarkan anak akan resiko dan kegagalan yang mungkin terjadi. Jika anak sudah terbiasa menghadapi kondisi kegagalan maka anak akan lebih tangguh dan tidak putus asa. Anak yang sudah terlatih dalam kondisi tersebut akan memiliki mental yang lebih matang dan tidak mudah pesimis.

Memberikan Dorongan

Bantu anak untuk meraih kesuksesannya, selain belajar untuk gagal anak pun harus belajar berusaha untuk meraih kesuksesannya. Bantuan yang diberikan berupa dorongan atau semangat untuk meraih kesuksesannya bukan membantu menyelesaikan pekerjaannya. Dan tidak lupa jika anak sudah mampu meraih kesuksesannya, berilah penghargaan berupa hadiah yang disukainya.

Memberi Kepercayaan

Untuk menumbuhkan citra diri positif berilah kepercayaan untuk mengatasi masalahnya sendiri, membuat keputusan dan pilihannya sendiri. Hal tersebut akan membantu membangun percaya diri anak yang hilang karena citra diri negatif yang melekat dalam dirinya. Dengan memberikan kepercayaan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri maka anak akan mengenali kemampuannya sendiri sehingga dia akan tahu kelebihan dan kekurangan dirinya serta mampu bertanggung jawab terhadap pilihannya,

Orang tua sebagai Contoh

Menguatkan peran orang tua dalam menghadapi anak yang pesimis sangatlah penting, orang tua akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Jika orang tua senantiasa optimis dan semangat dalam menghadapi kehidupannya, maka atmosfir positif akan tumbuh dalam diri anak. Apa yang anak lihat dan rasakan setiap hari tentang orang tuanya akan melekat dalam diri anak tersebut, salah satunya adalah sifat optimis orang tua.