03 Juni 2017 09:04:58

Bullying dalam Konteks Psikologis Pelaku dan Korban

Ilustrasi : bullying dapat membuat siswa merasa cemas dan ketakutan.

Perilaku bullying yang tengah marak di lingkungan sekolah menimbulkan dampak bagi korban maupun pelaku bullying. Perilaku dan korban bullying di sekolah bisa jadi sama-sama berkedudukan sebagi seorang murid di sekolah. Hal ini yang membuat banyak pihak merasa prihatin karena sekolah yang seharusnya berfungsi sebagai tempat mencari ilmu ternodai oleh perilaku siswa-siswa yang tidak baik. Salah satu langkah untuk memahami perilaku ini adalah melakuakan kajian agar dapat memahami cara menanggulanginya.

Mengenal Faktor Pemicu Bullying

Menurut Olweus, bullying adalah bentuk-bentuk perilaku dimana terjadi pemaksaan atau usaha menyakiti secara psikologis ataupun fisik terhadapat seseorang atau sekelompok orang yang lebih ‘lemah’, oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih ‘kuat’. Definisi bullying tersebut menunjukan adanya dua kedudukan yang berbeda yakni pelaku dalam kondisi yang kuat dan korban dalam kondisi yang lemah. Kedua kondisi tersebut dapat menjadi penyebab seseorang berubah menjadi pelaku atau korban bullying.

Ada beberapa faktor pemicu bullying di sekolah diantaranya karena adanya perbedaan, budaya atau kebiasaan dengan lingkungannya. Perbedaan tersebut menjadikan seorang siswa tersebut mendapatkan gunjingan dari siswa lainnya. Karakteristik dari para korban bullying adalah korban merupakan individu yang pasif, cemas, lemah, kurang percaya diri, kurang popular dan memiliki harga diri yang rendah. Sedangkan pelaku bullying biasanya kuat, dominan, asertif dan biasanya pelaku juga memperlihatkan perilaku agresif terhadap orang tua, guru dan orang-orang dewasa lainnya.

Dampak Negatif pada Pelaku dan Korban Bullying

Adapun dampak bullying bagi korban berdasarkan hasil studi yang dilakukan National Youth Violence Prevention Resource Center Sanders menunjukkan bahwa bullying dapat membuat siswa merasa cemas dan ketakutan, mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan menuntun mereka untuk menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama, dapat mempengaruhi rasa percaya diri siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri, menjadikan remaja rentan terhadap stress dan depresi, serta rasa tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrim, bullying dapat mengakibatkan siswa berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri.

Adapun dampak bullying bagi pelaku adalah pada umumnya, para pelaku ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan harga diri yang tinggi pula, cenderung bersifat agresif dengan perilaku yang pro terhadap kekerasan, tipikal orang berwatak keras, mudah marah dan impulsif, toleransi yang rendah terhadap frustasi. Pada kasus yang sangat ekstrim, pelaku bulying dapat membawa sikapnya hingga dewasa, berdampak buruk pada hubungan sosialnya, salah memilih pergaulan, hingga terlibat dengan masalah kriminal.