31 Mei 2017 10:11:11

Semangat Hari Lahir Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional

Ilustrasi : Hari Lahir Pancasila diperingati pada tanggal 1 Juni sesuai Kepres No.24 tahun 2016.

Hari Lahir Pancasila diperingati pada tanggal 1 Juni sesuai Kepres No.24 tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Sejarah hari kelahiran Pancasila diyakini patut dijadikan peringatan nasional tentang bagaimana dasar negara kita terbentuk. Dimulai ketika sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945dimana dr. Radjiman Widyodiningrat mengajukan suatu masalah tentang rumusan dasar negara. PErmasalahan itu dijawab oleh Ir. Soekarno yang menyampaikan pidato lisan tanpa teks berisikan rumusan dasar Negara Indonesia. Rumusan ini kemudian diberi nama “Pancasila” yang berarti lima dasar. Setelah Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 pemerintah Indonesia mengumumkan UUD 1945 yang dalam pembukaannya dicantumkan pula bunyi kelima sila tersebut.

Semangat Pancasila tidak hanya berhenti di situ, namun terus berusaha diwujudkan dalam berbagai aspek khususnya dalam pembangunan masyarakat, tak terkecuali bidang pendidikan. Pemerintah telah menetapkan tujuan pendidikan Pancasila berdasarkan UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang juga tercantum dalam SK Dirjen Dikti No.38/DIKTI/Kep/2003. Adanya nilai-nilai Pancasila pada proses pembelajaran di sekolah berguna untuk menunjukan arah tujuan pada moral dan diharapkan dapat terealisasi di kehidupan bermasyarakat setiap hari. Pemerintah sangat berharap penanaman nilai-nilai Pancasila dalam sektor pendidikan dapat membuat generasi penerus bangsa memahami bahwa tujuan kemerdekaan tidak hanya terbatas oleh pengakuan namun juga memiliki arti lebih luas dan mencakup keseluruhan aspek berbangsa dan bernegara.

Urgensi pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam bidang pendidikan bukannya tanpa alasan. Ada beberapa manfaat pendidikan Pancasila yang diharapkan dapat segera terwujud dalam perilaku sehari-hari. Berikut beberapa manfaat pendidikan Pancasila yang diharapkan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari termasuk di sekolah:

  • Memiliki keimanan serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dimana setiap siswa senantiasa taat mengerjakan ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing
  • Memiliki sikap kemanusiaan yang adil dan beradab, setiap siswa diharapkan memiliki sikap tenggang rasa terhadap keberagaman teman-temannya. Baik berbeda secara bahasa, ras atau agama.
  • Menciptakan persatuan bangsa, dimulai dari tumbuhnya kerukunan antar siswa serta tidak adanya perilaku anarkis atau bullying yang marak terjadi pada siswa di sekolah
  • Menciptakan sikap kerakyatan yang mendahulukan kepentingan bersama, siswa senantiasa melakukan diskusi atau musyawarah di dalam kelas jika terjadi permasalahan agar permasalahan dapat diselesaikan secara mufakat bersama
  • Memberikan dukungan sebagai cara menciptakan keadaan yang berkeadilan sosial dalam masyarakat. Siswa ditanamkan sikap peduli dan toleran terhadap lingkungannya, dan berupaya membantu agar tercipta keadilan sosial.

Penerapan nilai Pancasila pada generasi penerus bangsa dapat dimulai dari tingkat pendidikan paling dini. Penerapan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari perilaku guru yang dijadikan contoh untuk siswanya di sekolah. Selain itu, dapat juga dengan cara mengimplementasikan nilai tersebut pada berbagai kegiatan yang bersifat baik selama proses belajar mengajar. Memahami serta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara mewujudkan cita-cita bangsa kita seperti yang tertera dalam pembukaan UUD 1945.