26 Mei 2017 09:00:06

Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah

Ilustrasi : Ujian Kompetensi Guru (UKG) sebagai program pembinaan dan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan.

Ujian Kompetensi Guru (UKG) menjadi istilah yang hanya dipahami sebagai prasyarat untuk pengangkatan atau kenaikan jabatan. Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, secara eksplisit mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan sebagai aktualisasi dari sebuah profesi pendidik. Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Untuk memenuhi kualifikasi tersebut, perlu adanya pendidikan profesi yang dilakukan guru untuk meningkatkan profesionalitas guru di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Karena perbedaan kompetensi yang dimiliki setiap guru, maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan dua cara untuk mengukur profesionalisme guru, secara akademis dan nonakademis. Pengukuran akademis dilakukan secara rutin setiap tahun yaitu dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru (UKG), dan pengukuran nonakademis dengan melakukan penilaian terhadap kinerja guru. Untuk mencapai tujuan maka prinsip yang digunakan dalam UKG adalah Objektif, Adil, Transparan, dan Akuntabel.

 

Alasan dan Tujuan Dilakukannya Uji Kompetensi Guru (UKG)

Bukan tanpa alasan pemerintah melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) secara berkala. Secara teoritik pedagogik, ada beberapa alasan mengenai perlunya dilakukan Uji Kompetensi Guru (UKG).

  1. Uji Kompetensi Guru adalah penilaian terhadap kompetensi guru sebagai bagian penilaian kinerja guru dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatannya.
  2. Pembinaan dan pengembangan profesi guru hanya dapat dilakukan secara efektif jika berbasis pada pemetaan kompetensi guru.
  3. Uji Kompetensi Guru (UKG) berfungsi sebagai pemetaan kompetensi guru (kompetensi pedagogik dan profesional), sebagai dasar program pengembangan keprofesian berkelanjutan dan bagian dari proses Penilaian Kinerja dan Kompetensi (PKK).
  4. Untuk membangun eksistensi dan martabat sebuah profesi, diperlukan mutu atau kualitas para anggota yang tergabung dalam profesi tersebut.
  5. Ukuran kinerja dapat dilihat dari kualitas hasil kerja, ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan, prakarsa dalam menyelesaikan pekerjaan, kemampuan menyelesaikan pekerjaan, dan kemampuan membina kerjasama dengan pihak lain (Mitchell, 2008).
  6. Pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan upaya peningkatan profesionalitas guru yang didasarkan atas hasil penilaian kinerja guru dan Uji Kompetensi Guru (UKG).

Adapun pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) ini ditujukan agar mampu memberikan dan meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Uji Kompetensi Guru (UKG) juga digunakan untuk mengukur pencapaian target RPJMN, yaitu meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dilihat dari subject knowledge dan pedagogical knowledge yang diharapkan akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa. Lebih lanjut, pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) diharapkan dapat mencapai hasil sebagai berikut.

  1. Memperoleh informasi tentang gambaran kompetensi guru secara menyeluruh, khususnya kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
  2. Mendapatkan peta kompetensi guru yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti oleh guru dalam program pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
  3. Memperoleh hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang merupakan bagian dari penilaian kinerja guru dan akan menjadi bahan pertimbangan penyusunan kebijakan dalam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada guru.

 

Persyaratan Peserta Uji Kompetensi Guru (UKG)

Untuk mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG), biasanya guru harus mempersiapkan beberapa prasyarat. Pada umumnya, guru yang dapat mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) harus memenuhi beberapa persyaratan berikut.

  1. Semua guru baik yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Guru PNS dan bukan PNS yang terdaftar di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  3. Memiliki NUPTK atau Peg.Id.
  4. Masih aktif mengajar mata pelajaran sesuai dengan bidang studi sertifikasi dan/atau sesuai dengan kualifikasi akademik.