Manfaat Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran di Sekolah

$alt
Sumber: https://pixabay.com/en/p%C3%A9tanque-france-traditional-game-1888901/

Keberhasilan sebuah pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tingginya tingkat pendidikan seorang pengajar saja. Dalam proses pembelajaran, media juga akan menentukan keberhasilan siswa dalam menyerap materi pembelajaran. Dalam pembelajaran di sekolah dasar (SD), permainan tradisional bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Bukan sekedar warisan budaya bangsa saja, permainan tradisional juga mengandung banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa ditanamkan kepada siswa. Hal tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh guru untuk mengaplikasikan progam pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di sekolah.

Permainan tradisional merupakan permainan tradisi rakyat suatu daerah tertentu yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana yang baik untuk mengembangkan pendidikan siswa. Permainan tradisional sarat akan nilai etika moral dan budaya dalam masyarakat. Selain itu, permainan tradisional dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada siswa. Hal tersebut karena dalam permainan terdapat kegiatan yang dapat memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan juga mengembangkan imajinasi pemainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini berbagai manfaat yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran.

1.  Siswa Menjadi Lebih Kreatif

Permainan tradisional biasanya menuntut pemainnya untuk menyiapkan sendiri berbagai macam perlengkapan yang dibutuhkan. Pemain biasanya akan menggunakan berbagai macam benda yang ada di sekitarnya. Hal tersebut tentu akan menumbuhkan jiwa kreatif pada diri siswa untuk menciptakan maupun menyiapkan berbagai macam alat permainan.

2.  Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Siswa

Beberapa jenis permainan tradisional seperti ular naga, gagarudaan, dan oray-orayan akan membantu siswa mengembangkan kecerdasan intelektualnya. Dalam permainan tersebut, para pemain akan dituntut untuk menggali wawasan terhadap berbagai macam pengetahuan dengan menjawab berbagai jenis pertanyaan.

3.  Mengembangkan Kecerdasan Emosi Siswa

Hampir semua jenis permaianan tradisional dimainkan secara berkelompok. Dengan bekerja secara berkelompok, siswa akan terbiasa untuk mengembangkan kecerdasan emosinya. Siswa akan terbiasa untuk mengasah emosinya, sehingga muncul sikap toleransi dan empati kepada orang lain.

4.  Mengembangkan Kecerdasan Logika Siswa

Beberapa jenis permainan tradisional seperti engklek, congkak, macanan, dam-daman, dan entrengan juga berguna untuk mengembangkan kecerdasan logika para pemainnya. Permainan tradisional tersebut akan melatih siswa untuk berhitung dan menentukan langkah-langkah yang harus diambil.

5.  Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Siswa

Kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota tubuhnya. Pada umumnya, permainan tradisional akan mendorong para pemainnya untuk aktif bergerak, seperti gerakan melompat, berlari, berputar, maupun gerakan-gerakan lainnya. Gerakan-gerakan itulah yang akan mengembangkan kecerdasan kinestetik siswa.

6.  Mengembangkan Kecerdasan Natural Siswa

Kebanyakan perlengkapan yang digunakan dalam permainan tradisional berasal dari alam sekitar, seperti genting, batu, ranting, dan sebagainya. Aktivitas siswa ketika mencari perlengkapan dalam permainan tradisional tersebut akan mendekatkan mereka pada alam sehingga kecerdasan natural mereka akan berkembang.

7.  Mengembangkan Kecerdasan Spasial Siswa

Kecerdasan spasial merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, memproses, dan berpikir dalam bentuk visual kemudian menerjemahkannya. Ada beberapa jenis permainan tradisional yang bisa mengembangkan kecerdasan spasial siswa, misalnya anjang-anjangan dan alek-alekan. Permainan tersebut menuntut pemainnya untuk mengenal konsep ruang dan berganti peran sehingga efektif mengembangkan kecerdasan spasial pemainnya.

8.  Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Siswa

Dalam setiap permainan, termasuk permainan tradisional, akan ada konsep menang dan kalah. Dalam kemenangan maupun kekalahan, siswa diajarkan untuk tidak berselisih paham ataupun bersikap rendah diri. Justru siswa akan belajar satu sama lain agar bisa memiliki kemampuan yang setara.

Related Artikel


....

08 August 2017 | 09:41:43 | = 244

Guru Melek Teknologi Itu Penting!
....

03 August 2017 | 10:09:46 | = 228

6 Kiat Menjadi Guru Kreatif di Kelas