Tips Menyeimbangkan Otak Kiri dan Otak Kanan Anak

$alt
https://pixabay.com/en/brain-mind-psychology-idea-hearts-2062055/

Setiap kegiatan yang dilakukan anak, baik itu kegiatan di rumah maupun di sekolah, merupakan jembatan bagi anak dalam mengembangkan diri. Hal itu dikarenakan setiap kegiatan anak dapat berpengaruh terhadap kerja otak mereka. Seperti yang kita tahu, otak besar manusia terdiri dari belahan bagian kanan dan kiri. Otak bagian kanan aktif bekerja dalam hal kreativitas, seni, dan imajinasi, sedangkan otak bagian kiri lebih mengedepankan kemampuan berbahasa dan logis matematis. Dua bagian otak tersebut idealnya harus bekerja secara seimbang, sehingga keterampilan yang dimiliki anak tidak condong pada kemampuan salah satu bagian otak saja. Lantas, bagaimana cara menyeimbangkan kerja otak bagian kanan dan kiri anak? Orang tua tentu harus menggunakan cara menyenangkan bagi anak dalam mengembangkan  Mari kita simak penjelasan berikut.

1. Seimbangkan Kegiatan Anak

Tidak bisa kita pungkiri bahwa kegiatan di sekolah yang dilakukan anak lebih dominan mengasah kemampuan otak kirinya saja. Oleh karena itu, waktu yang dimiliki anak di luar sekolah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang mengasah otak kanannya. Ayah dan bunda dapat memfasilitasi anak dengan mengajaknya melukis bersama, membuat kerajinan tangan, atau bermain alat musik. Sepulang anak sekolah, jangan terlalu banyak menuntut mereka untuk mengikuti les mata pelajaran yang memberatkan. Beri kesempatan anak untuk mengembangkan otaknya secara seimbang.

2. Membiasakan Olahraga

Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dapat menyeimbangkan kerja otak. Hal tersebut dikarenakan melalui kegiatan olahraga, kita dapat menggerakkan beberapa anggota tubuh dalam waktu yang bersamaan dan secara terus menerus. Selain itu, kita juga dapat berlatih memperkirakan sejauh mana kemampuan fisik kita dalam melakukan suatu jenis olahraga. Oleh karena itu, ayah dan bunda dapat membiasakan anak untuk rutin berolahraga sejak dini. Selain menyehatkan tubuh, olahraga juga memperlambat kematian sel-sel otak dan menyeimbangkan kerja otak anak.

3. Berlatih Memecahkan Masalah

Masalah adalah suatu hal yang pasti dihadapi anak, terlebih jika anak mulai banyak bergaul dengan lingkungan luar keluarga. Keterampilan memecahkan masalah sangat erat kaitannya dengan keseimbangan kerja otak anak. Maka, orang tua dapat melatih anak memecahkan masalah sejak dini. Misalnya, membiarkan mereka memilih benda mana yang akan ia beli terlebih dahulu maupun mengajak anak bermain puzzle. Bermain puzzle akan melatih anak memecahkan masalah secara logis dan imajinatif.

4. Lakukan Aktivitas yang Menyeimbangkan Kerja Otak

Aktivitas yang sering dilakukan anak adalah bermain. Maka, orang tua dapat menyisipkan permainan yang mampu menyeimbangkan kerja otak anak. Misalnya, bermain menggunting pola buah-buahan dan menempelnya pada kertas. Saat anak menggunting pola, maka saat itulah otak kiri mereka bekerja. Sedangkan saat anak berusaha menempel hasil guntingan dengan rapi dan indah, maka otak kanan mereka yang bekerja.

5. Senam Otak

Selain olahraga, kegiatan yang tidak perlu biaya namun dapat menyeimbangkan kerja otak anak adalah senam otak atau brain gym. Senam otak akan membuat kita memerintahkan bagian tubuh untuk bergerak secara bersamaan. Kegiatan ini dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja, alias tidak terbatas usia. Jadi, jika anda merasa bingung mengisi waktu luang bersama anak di rumah, senam otak ini dapat menjadi alternatif kegiatan yang dapat anda lakukan. Senam otak dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan bermain jempol kelingking dan putar tangan.

 

Related Artikel


....

12 September 2017 | 09:59:16 | = 94

Tips Mudah Mengajari Anak Berhitung
....

06 June 2017 | 11:00:49 | = 257

Kiat Agar Anak Berhenti Bersikap Pesimis